SINDOSULSEL.COM, Palopo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo, terkesan tertutup soal pengunaan anggaran Pilkada Kota Palopo 2024.
Anggaran di dua kegiatan, Launching Pilkada dan rapat tahapan Pemilihan Gubernur dan Wali Kota Palopo, enggan diungkapkan oleh pihak KPU Palopo, baik oleh Ketua KPU Palopo, Irwandi Djumadin mau pun pihak sekretariat KPU Palopo.
“Konfirmasi langsung ke Kasubag, kebetulan Ibu Astiawati juga kasubagnya ini kegiatan,” ujar Irwandi Djumadin.
Baca juga : KPU Palopo Jadikan Burung Alo Sebagai Maskot Pilkada Palopo
Sayangnya, Kasubag, Astiawati yang dimaksud Ketua KPU, enggan terbuka soal besaran anggaran yang digunakan di dua kegiatan diatas.
Tidak transparannya penggunaan anggaran Pilkada oleh KPU Palopo, menuai sorotan publik.
Mantan Ketua Bawaslu Palopo, Syafruddin Jalal, menyangkan sikap tersebut.
“Yang namanya pengunaan anggaran pemerintah harus transparan, menggunakan keuangan negara, dalam kegiatan apapun itu harus transparan,” ujarnya.
Kalau dia tertutup lanjut Jalal, harus disoal dengan kekuatan moral yang dimilik publik. “Yang kita minta apa saja yang telah dilakukan dengan dana sekian miliar,” katanya.
Baca juga : Peran Masyarakat Dibutuhkan Sukseskan Tugas Pantarlih
Jalal mengatakan bagaimana mungkin penyelenggaran pemilu ini mendapat dukungan publik atau dari pemilih yang bersifat partisipatif kalau ada hal-hal yang ditutupi terutama anggaran
“Tidak bisa lah. Keliru sekali sikap nya kalau tidak mau terbuka tentang informasi anggaran. Yang rahasia dalam Pemilu hanya penggunaan hak pilih, selebihnya terbuka semua termasuk anggaran,” katanya.
Pengacara senior ini mengingatkan, KPU pernah melempar wacana Pilkada Palopo terancam batal karena Pemkot Palopo belum mencarikan anggaran Pilkada.
“Dulu kan ngotot bisa batal Pilkada ini dan itu seakan-akan adalah permintaan dukungan oleh KPU kepada khalayak, nah sekarang khalayak juga berhak minta berapa itu anggaran anda minta dan apa saja yang anda lakukan dengan uang itu,” terangnya.
Baca juga berita di Google News












