SINDOSULSEL.COM, Ragam – Lefinus Asbanu, seorang jurnalis dan penggerak literasi, telah menjadi figur penting dalam meningkatkan literasi di wilayah Timor Tengah Selatan.
Sejak 2017, Lefinus aktif sebagai jurnalis pendidikan sekaligus penggerak literasi nasional dari Nyalanesia.
Dalam perannya, ia mensosialisasikan berbagai program Nyalanesia, seperti Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional), guna memperkuat literasi di sekolah-sekolah wilayah tersebut.
Lefinus melihat potensi besar untuk meningkatkan kesadaran dan akses literasi di Timor Tengah Selatan, wilayah yang masih menghadapi keterbatasan buku, perpustakaan, dan sumber daya literasi lainnya.
Program GSMB Nasional bertujuan untuk mengatasi hambatan ini, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi, terutama bagi anak-anak.
Kondisi Literasi di Timor Tengah Selatan
Menurut data pemerintah setempat, kondisi literasi di wilayah ini masih memprihatinkan.
Sekitar 35% anak-anak usia sekolah dasar berada di bawah standar literasi nasional. Faktor ekonomi dan geografis menjadi tantangan besar dalam menyediakan bahan bacaan berkualitas.
Di desa-desa terpencil, banyak sekolah masih kekurangan fasilitas dasar untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Rendahnya tingkat literasi ini mengancam masa depan anak-anak. Selain itu, keterbatasan sumber daya sering kali menyulitkan para guru dalam mengajar.
Leonardo Fitres, Direktur Nyalanesia, menegaskan pentingnya memperkuat literasi nasional.
“Nyalanesia melalui program GSMB Nasional berkomitmen untuk ikut dalam upaya memajukan pendidikan dan literasi di Indonesia. Program ini dipersembahkan bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia guna menjadi solusi sekaligus wahana untuk mengakselerasi budaya literasi dan mutu pendidikan secara lebih efektif, efisien, dan penuh suka cita. Pendaftaran program ini masih dibuka hingga November 2024,” ungkap Leonardo.
Pentingnya Literasi Dasar untuk Kemajuan Masyarakat
Sebagai jurnalis, Lefinus memahami bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan menganalisis dan memahami informasi.
Baginya, literasi adalah alat penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
Di wilayah seperti Timor Tengah Selatan, literasi menjadi kunci untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi.
“Bagaimana mungkin mereka bisa memahami perkembangan teknologi dan hal-hal kompleks lainnya jika saat kelas 4, 5, dan 6 belum bisa membaca?” ungkap Lefinus.
Langkah Lefinus Asbanu dalam Gerakan Literasi
Sejak 2022, Lefinus aktif sebagai penggerak literasi di wilayahnya.
Ia terlibat dalam kegiatan sosialisasi literasi bagi para guru dan siswa serta bekerja sama dengan Nyalanesia untuk meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah dan mengadakan pelatihan literasi bagi para guru.
“Literasi bukan sekadar program, tapi sebuah misi untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang menjadi kunci masa depan mereka,” tegas Lefinus.
Melalui upayanya, Lefinus berharap dapat membantu anak-anak bangsa, khususnya mereka yang masih tertinggal dalam literasi baca tulis.
Upaya Lefinus Asbanu menegaskan pentingnya literasi dalam membentuk karakter, intelektual, dan masa depan bangsa. Literasi menjadi kunci bagi terciptanya masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan maju.












