BONE, sindosulsel.com – Lolos pendanaan hibah Kemendiktisaintek 2026, dosen Universitas Muhammadiyah (Unim) Bone berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YAPI Bone menggelar kegiatan pelatihan pengolahan dan rebranding ikan pindang serta abon berbahan baku ikan bandeng.
Kegiatan pemberdayaan ini dilaksanakan melalui skema program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemendiktisaintek periode pendanaan tahun 2026.
Program kemitraan masyarakat tersebut dipimpin oleh tim pelaksana yang diketuai oleh Ahmad Zailan, beranggotakan tim dosen Reski Amaliah dan Riskiyani, serta melibatkan beberapa orang mahasiswa.
Rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu (04/07/2026) hingga bulan Oktober 2026.
Pelaksanaan program dipusatkan di Aula Sekretariat Kelompok Sahabat Pesisir di Dusun Cumene, Desa Sumpang Minangae, Kecamatan Sibulue.
Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh kepala penyuluh perikanan, ketua kelompok, serta para anggota kelompok pembudidaya ikan Sahabat Pesisir.
Baca Juga : Mengintip Kuatnya Kearifan Lokal Suku Kajang Lewat Penelitian Mahasiswa UNIM Bone
Penyuluh Perikanan, Sriyulianti, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang mengusung tema berdampak tersebut.
“Selaras dengan misi Kemendiktisaintek, maka kegiatan ini harus didukung,” ungkapnya ketika menyampaikan sambutan.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Sahabat Pesisir, Andi Abdul Razak, selaku mitra utama kegiatan mengungkapkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat yang terlaksana ini harus didukung penuh.
Ia berharap sinergi edukasi semacam ini akan terus berjalan ke depannya.
Baca Juga : Wabup Bone Hadiri Penyerahan JIAT dan Tegaskan Kesiapan Optimalkan Irigasi Pertanian
Kegiatan yang berlangsung dalam beberapa tahapan tersebut memprioritaskan peningkatan keterampilan dan kemampuan para petambak.
Fokus utamanya adalah peningkatan produksi, rebranding produk melalui kemasan yang ramah lingkungan, serta strategi pemasaran produk olahan ikan pindang dan abon ikan berbahan baku ikan bandeng.
Dengan menargetkan peningkatan keterampilan dan perbaikan kualitas usaha tersebut, tim pelaksana kegiatan PKM berhasil melakukan pelatihan serta pendampingan selama beberapa bulan, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran produk olahan.
Pada akhir kegiatan, Ketua Tim Pelaksana, Ahmad Zailan, menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan program ini.
Dengan adanya dukungan teknologi, inovasi, dan keterampilan, para petambak di Desa Sumpang Minangae diharapkan sudah mampu untuk meningkatkan omzet pendapatan.
Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan rantai nilai produk perikanan agar bisa menembus berbagai lini industri UMKM, terlebih mereka kini telah dibekali dengan keterampilan rebranding produk yang efisien dan ramah lingkungan.












