SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) menutup sebagian jalan, kondisi tersebut diperparah karena warga kesulitan beraktivitas.
Seperti yang dialami warga Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap. Mereka pun meminta agar pemerintah daerah segera turun tangan. Berdasarkan laporan warga, sebanyak 38 titik longsor di wilayah itu.
Baca juga: Penemuan Mayat di Tengah Sawah Diduga Keracunan Pestisida
Anggota DPRD Sidrap, Saenal Rosi mengatakan, pemerintah daerah Sidrap sangat lambat dalam menangani warga yang terdampak longsor di sejumlah lokasi.
“Pihak Pemda Sidrap hanya menurunkan satu unit exakapator kecil, itu pun hanya mampu bekerja cukup lama,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Desa Leppangeng, Alias yang dikonfirmasi juga membenarkan apa yang di sampaikan Saenal Rosi.
Menurut dia, ada kurang lebih 6 dusun dan 360 Keluarga yang terisolir dan butuh alat berat berupa ekskavator yang lebih besar untuk menangani longsor.
Baca juga: Material Longsor Tutupi Jalan, 600 KK Terdampak
Pasalnya kata dia, di 6 dusun tersebut hanya mampu dilewati kendaraan roda dua, itu pun bisa dilewati dengan terpaksa kalau persediaan makan sudah menipis.
Karena itu, pihaknya berharap dukungan pemerintah dalam hal ini Pemda Sidrap, untuk lebih banyak mendatangkan ekskavator demi memindahkan material longsor, agar 6 dusun bisa diakses.
“Kami minta Pemerintah Sidrap untuk menambah alat berat agar material longsor tersebut secepatnya ditangani, agar guru dan warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.
Baca juga berita di Google News












