SINDOSULSEL.COM Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 Diplomatic Tour Makassar 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Balai Kota Makassar, Jumat (27/2).
Kegiatan berskala internasional tersebut diperkirakan akan dihadiri delegasi dari sekitar 31 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Agenda ini menjadi momentum strategis bagi Kota Makassar untuk memperluas jejaring diplomasi sekaligus mempromosikan potensi daerah di kancah global.
Andi Zulkifly menjelaskan, penunjukan Makassar sebagai tuan rumah berawal dari kunjungan Wali Kota Makassar ke Wakil Menteri Luar Negeri di Jakarta. Dari pertemuan tersebut, Makassar digagas menjadi lokasi penyelenggaraan IGS tahun 2026.
“Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wali Kota ke Wakil Menteri Luar Negeri. Dari pertemuan itu muncul gagasan agar Makassar menjadi tuan rumah tahun ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, IGS merupakan agenda tahunan yang sebelumnya digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2025. Namun, untuk 2026, Makassar ditunjuk tanpa melalui perencanaan awal di tingkat daerah, sehingga diperlukan pematangan teknis secara menyeluruh.
“Karena kegiatan ini belum masuk dalam perencanaan sebelumnya, kita perlu memetakan dukungan setiap SKPD yang bisa berkontribusi terhadap pelaksanaannya,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran puluhan delegasi internasional menjadi peluang emas untuk memperkenalkan potensi investasi, sektor pariwisata, produk UMKM, hingga kekayaan gastronomi dan budaya Makassar.
Baca Juga : Jelang Pemilihan RT/RW, Sekda Makassar Zulkifly Ingatkan Camat dan Lurah: Harus Netral dan Paham Tupoksi
“Kita memang akan mengalokasikan anggaran, tetapi harapannya ada dampak investasi yang bisa ditangkap. Ini kesempatan besar untuk menunjukkan potensi Makassar kepada para delegasi dan pelaku usaha dari berbagai negara,” tegasnya.
Sekda menyoroti sejumlah aspek teknis yang harus segera dipastikan, mulai dari jadwal pelaksanaan yang ditargetkan sebelum 30 Maret 2026, hingga kesiapan akomodasi, transportasi, konsumsi, serta rangkaian agenda kegiatan selama delegasi berada di Makassar.
Jumlah peserta diperkirakan mencapai 150 orang, termasuk pendamping dan perwakilan perangkat daerah.
“Yang paling krusial adalah kesiapan anggaran, terutama untuk akomodasi dan transportasi. Semua harus dirancang secara detail dan terukur,” katanya.
Selain itu, ia meminta agar konsep kegiatan disusun secara sistematis, mencakup city tour, kunjungan ke destinasi wisata, sentra UMKM, hingga agenda gastronomi dan kebudayaan, sebelum dilakukan peninjauan oleh tim pusat.
“Model kegiatannya harus jelas. Delegasi akan dibawa ke mana, UMKM mana yang dikunjungi, destinasi apa yang ditampilkan, dan bagaimana konsep budayanya. Semua harus sudah siap,” ujarnya.
Andi Zulkifly juga membuka peluang penyelenggaraan forum investasi sebagai bagian dari rangkaian IGS 2026. Ia meminta Bappeda dan dinas teknis menyiapkan peta potensi investasi serta materi promosi yang komprehensif.
“Jika ada forum investasi, maka bahan promosi dan peta potensi harus disiapkan dengan matang. Kemasan acaranya juga harus menyesuaikan,” tuturnya.
Untuk memperkuat koordinasi, kegiatan akan dibagi sesuai kewenangan masing-masing SKPD dengan penanggung jawab yang jelas, termasuk liaison officer bagi setiap delegasi negara. Asisten III Setda Kota Makassar ditunjuk sebagai ketua tim pelaksana, sementara Bagian Kerja Sama bertindak sebagai sekretariat.
Sekda menargetkan rapat lanjutan digelar sebelum 30 Maret 2026 guna mematangkan konsep dan memastikan dukungan anggaran dari setiap perangkat daerah.
“Kita ingin Makassar tampil sebagai tuan rumah yang profesional dan berkelas internasional. Ini peluang emas bagi kota ini untuk menunjukkan kapasitasnya dalam penyelenggaraan event global,” pungkasnya.












