SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Menutup saluran air hingga dikhawatirkan menjadi penyebab banjir, warga Kecamatan Watang Pulu, membersihkan material batu sisah proyek drainase di depan rumah mereka.
Dalam kondisi hujan, sejumlah pria terlihat membersihkan drainase dengan mengangkat batu dari dalam saluran drainase ke atas tepi jalan. Pemandangan tersebut terlihat dalam video yang berdurasi 16,25 menit, telah ditonton 1.293 kali hingga vira.
Video tersebut diunggah akun social media facebook milik Insan Anugrah Mho. Akun ini memperlihatkan warga sedang hujan-hujanan mengangkat sejumlah batu dari bawa saluran drainase.
Batu tersebut diduga menyumbat aliran air yang dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir. Sejumlah Netizen yang menyaksikan unggahan tersebut berkomentar.
Akun Andi Fitri Iskandar Leinding dalam komentarnya mengatakan dalam bahasa Bugis, dewisaengi makkada uppana ijama benrange kasi (tidak saya tahu kapan lagi di kerja ini saluran irigasi).
Sementara pemilik akun Ahlan mengatakan tahan Excavator nya kalau tidak dikerja itu, dan Akun Asis Siskan mengatakan Laporkan ke Dinas PU.
Menyikapi video tersebut Ahlan, salah seorang warga Kecamatan Watang Pulu, menanggapi. Menurutnya adanya video tersebut karena warga mulai resah.
“Warga sudah resah. Sisah material proyek sudah lama tidak diperhatikan rekanan untuk dibersihkan sementara posisinya menghambat aliran air yang setiap saat dapat menyebabkan banjir,” ujar Ahlan.
Ahlan yang juga berprofesi sebagai aktivis ini, mendesak rekanan proyek drainase dan irigasi di Kecamatan Watang Pulu, agar memperhatikan pekerjaan mereka sehingga tidak menyebabkan dampak buruk ke warga sekitar.
Diketahui, pembangunan drainase dan irigasi di Kecamatan Watang Pulu dikerjakan oleh perusahaan PT Ganking Raya. Warga sangat bersyukur pemerintah telah memperhatikan pembangunan di wilayah mereka termasuk ke pihak perusahaan sebagai pelaksana kegiatan.
Baca juga : Diduga Tenggelam, Warga Desa Polewali Sidrap Ditemukan Meninggal di Danau
Meski demikian, warga berharap baik pemerintah maupun pelaksana kegiatan wajib melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sehingga berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah di tengah-tengah masyarakat yang dapat memunculkan gejolak sosial hingga mengganggu kamtibmas di Kabupaten Sidrap.
Terpisah, Lurah Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Narso, dikonfirmasi mengatakan, video viral tersebut telah dilihatnya dan membenarkan itu terjadi di wilayahnya.
“Saya sudah lihat videonya. Saya perjalanan pulang dari Makassar, Insya Allah, kami akan temui warga untuk mencarikan solusi dari permasalahan tersebut. Jika perlu kita datang ke lokasi yang di maksud dalam video bersama Bhabinsa kami,” ujarnya.
Narso mengatakan sebagai lurah, dirinya tidak ingin menyalahkan warganya maupun pelaksana kegiatan. “Kita fokus menyelesaikan persoalannya. Kita akan pertemuan warga dengan pihak perusahaan sebagai pelaksana proyek tersebut,” terang Narso.
“Kita akan mencarikan solusi terbaik, langkah apa yang bisa ditempuh untuk menyikapi hal tersebut,” kuncinya. Sementara pihak perusahaan PT Ganking Raya yang terus dikonfirmasi melalui pengawas atas nama Rifka, hingga saat ini belum ada tanggapan.
Baca juga berita di Google News












