LUWU – Penjabat Bupati Luwu, Muhammad Saleh, evaluasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pasca aksi mahasiswa yang melakukan penyegelan kantor Bupati Luwu, Rabu, 6 Maret 2024.
Selain persoalan keamanan, ia juga mengevaluasi pelayanan yang diberikan aparatnya kepada masyarakat. Melalui rapat bersama seluruh pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, Muhammad Saleh, menyampaikan sejumlah hal, Jumat, (8/3/2024).
Diantaranya terkait pengamanan kantor Bupati Luwu dan seluruh aset pemerintah serta pelayanan kepada masyarakat termasuk menerima aksi, baik itu mahasiswa atau aksi oleh masyarakat umum.
Disampaikan Muhammad Saleh, terkait aksi demonstrasi kemarin, telah membuat masyarakat Luwu malu.
“Sebenarnya bukan saya saja yang malu, tapi masyarakat Luwu kalau demo itu sampai masuk ke dalam kantor. Semua ada protapnya, demo bagian dari demokrasi, semua bisa menyampaikan aspirasi tapi ada protap, tidak boleh sampai masuk ruangan apa lagi menyegel ruangan,” ujarnya.
Secara tegas, Muhammad Saleh, meminta aksi serupa tidak terulang lagi.
“Saya tidak ada masalah, di manapun saya bisa berkantor. Dalam jiwa anda (Satpol PP.red), ada praja wibawa, menjaga marwah dan nama baik pemerintah. Saudara adalah penegak Perda. Terkait penegakan aturan, kita sangat malu kalau sampai kebobolan,” tegasnya.
“Bukan Bupati yang dipermalukan tapi masyarakat Luwu dipermalukan. Saya tidak mau hal ini terulang lagi, ada demo sampai masuk ke dalam. Nanti kami bentuk tim penerima aspirasi terdiri dari beberapa OPD dan mempermantap koordinasi kita dengan aparat. Ini catatan, ini bagian dari kritik masyarakat dan saya terima ini sebagai koreksi bagi saya termasuk kita semua pejabat dan aparat Pemkab Luwu,” sambungnya.
Dikatakan Muhammad Saleh, yang juga Kepala DPMD Sulsel ini, aparat pemerintah bertanggungjawab atas koreksi masyarakat dan ini menjadi tanggung jawab semua.
Di kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Luwu akan menjadi perhatian pemerintah, termasuk akan mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Investasi.
“Apa yang menjadi tuntutan masyarakat akan menjadi perhatian, termasuk Perda investasi akan kita dorong. Saya penjabat Bupati Luwu tidak mau datang di Luwu hanya untuk tidur. Saya tidak mau kesempatan yang sedikit ini, yang diberikan pemerintah pusat saya sia siakan, saya akan mengabdi untuk Luwu,” tutupnya.
Baca juga berita di Google News












