MakassarPendidikan

Perkuat Daya Saing Global, Puluhan Dosen UMI Ikuti Sosialisasi Hibah Internasional

×

Perkuat Daya Saing Global, Puluhan Dosen UMI Ikuti Sosialisasi Hibah Internasional

Sebarkan artikel ini
Perkuat Daya Saing Global, Puluhan Dosen UMI Ikuti Sosialisasi Hibah Internasional

SINDOSULSEL.COM, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat daya saing riset para dosennya di tingkat global.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, sebanyak 35 dosen peneliti UMI dari berbagai disiplin ilmu mengikuti Sosialisasi Penulisan Proposal Hibah Internasional pada Selasa (07/04/2026), yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom namun tetap diikuti secara bersama-sama dalam satu ruangan.

Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, khususnya Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan.

Di lingkungan kampus UMI sendiri, pelaksanaan kegiatan ini dikoordinasikan langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2S) dengan mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para dosen mengenai berbagai peluang pendanaan riset di tingkat internasional.

Selain itu, para peserta juga dibekali dengan prinsip dasar penyusunan proposal yang kompetitif, serta strategi penulisan yang sesuai dengan standar ketat lembaga pendanaan global.

Melalui langkah ini, para dosen diharapkan semakin siap menyusun draf riset yang berkualitas dan berpeluang besar menembus skema hibah internasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan riset berstandar global, pada tahun ini LP2S UMI juga menawarkan skema penelitian internasional dengan pendanaan internal yang diperuntukkan khusus bagi dosen aktif.

Program ini menjadi langkah taktis universitas dalam memfasilitasi tenaga pendidik untuk terus mengembangkan proposal dan riset yang mampu bersaing di level dunia.

Wakil Rektor I UMI, Prof Ir Andi Dirgahayu Lantara, menyampaikan bahwa program pendanaan internal tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi dosen untuk meningkatkan kualitas proposal agar kelak layak bersaing pada skema hibah global.

“Kami ingin memastikan bahwa dosen UMI memiliki ruang untuk terus berkembang dan tidak berhenti hanya karena keterbatasan pendanaan eksternal,” ujar Prof Ir Andi Dirgahayu Lantara.

Sementara itu, Sekretaris LP2S UMI, Prof Ir Andi Aladin, menegaskan pentingnya kesiapan mental dan akademik para dosen dalam menghadapi ketatnya kompetisi hibah internasional.

Menurutnya, para peneliti harus segera mulai menyiapkan draf proposal penelitian dan mengajukannya pada skema pendanaan yang telah disediakan oleh kementerian.

“Kami mendorong para dosen untuk mulai menyiapkan draf proposal penelitian internasional dan mengajukannya ke pendanaan kementerian. Namun, apabila belum berhasil memperoleh pendanaan eksternal, proposal tersebut tetap dapat diajukan melalui skema pendanaan internal UMI yang telah kami siapkan,” jelas Prof Ir Andi Aladin.

Di sisi lain, Kepala Pusat Riset LP2S UMI, Prof Andi Asrina, mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa LP2S kini telah resmi membuka pendaftaran proposal penelitian internal, termasuk untuk skema riset internasional.

Ia menekankan bahwa para dosen diberikan tenggat waktu selama satu bulan penuh untuk merampungkan dan mengajukan proposal mereka, dengan batas akhir pendaftaran yang jatuh pada 6 Mei 2026.

Antusiasme peserta terlihat sangat jelas dari tingkat keaktifan para dosen selama mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Hal ini menjadi indikator positif tingginya semangat para akademisi UMI untuk terus meningkatkan kapasitas riset, sekaligus memperluas jaringan kolaborasi dan ketersediaan dana di kancah internasional.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, UMI kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tenaga pendidik menghasilkan karya riset yang unggul, kompetitif, dan relevan dengan tantangan global.

Harapannya, langkah ini tidak sekadar membuka jalan bagi dosen UMI untuk meraih hibah internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan daya saing bangsa.