SINDOSULSEL.COM, Pinrang – Panitia Lomba Cipta Motif Khas Pinrang secara resmi mengumumkan para pemenang dalam konferensi pers yang digelar di lantai 2 Gedung Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Mineral Kabupaten Pinrang, Selasa (10/12).
Ketua Panitia Lomba, Nasruddin, didampingi Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pinrang, Hartono Mekka, memaparkan daftar pemenang serta finalis yang telah melalui proses seleksi ketat.
Juara pertama diraih oleh Emy Khoiriah Safitri dan Agi Permana Efendi dengan motif berjudul Warang Parang, yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi, yaitu 1680.
Posisi kedua ditempati oleh Prayudi Darmawan dengan motif Wanua Penrang Malebbi yang meraih nilai 1466, sementara tempat ketiga diisi oleh Muh. Iqbal Abdullah dengan motif Macora, memperoleh nilai 1433.
Dalam keterangannya, Nasruddin menyebutkan bahwa motif pemenang utama akan diadaptasi ke berbagai produk khas Kabupaten Pinrang, termasuk corak tenunan sutra Lero dan berbagai produk kerajinan lainnya.
Selain itu, motif ini juga akan digunakan sebagai elemen desain pada media promosi, seperti flyer, baliho, banner, dan media digital.
“Motif ini akan menjadi simbol identitas Pinrang, memperkuat daya tarik budaya sekaligus meningkatkan citra produk lokal kita di kancah nasional dan internasional,” ujar Nasruddin.
Lomba yang berlangsung sejak 21 Oktober ini dimulai dari tahap pendaftaran hingga seleksi ketat yang menghasilkan 10 finalis terbaik.
Proses penjurian melibatkan berbagai elemen, termasuk budayawan, seniman, akademisi, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Pinrang, untuk memastikan motif yang terpilih memiliki nilai budaya, estetika, dan relevansi dengan karakter daerah.
Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Pinrang, Hartono Mekka, juga menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas peserta dan dedikasi panitia dalam menyelenggarakan lomba ini.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk melestarikan seni budaya lokal dan menjadikannya ciri khas yang membanggakan bagi Pinrang,” katanya.
Dengan terpilihnya motif pemenang, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap agar sektor seni budaya dan kerajinan lokal semakin berkembang.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif yang berbasis pada warisan budaya daerah.












