BoneDaerah

Pj Gubernur Minta Dinas Peternakan Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak

×

Pj Gubernur Minta Dinas Peternakan Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Minta Dinas Peternakan Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak
Foto: Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin saat melakukan inseminasi buatan terhadap sapi ternak di Bone.

Bone – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin terus menggalakkan program Inseminasi Buatan (IB), kali ini di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.

Program ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan populasi ternak, khususnya sapi Bali dan Simental, yang merupakan dua jenis sapi utama di desa tersebut.

Inseminasi buatan itu diharapkan dapat menghasilkan keturunan dengan kualitas genetik yang lebih baik.

Baca juga: Sejumlah Pejabat Tinggi Sulsel Hadiri Peringatan Hari Jadi Bone ke-694

Syamsir, pelaksana IB di desa ini menyatakan optimisme bahwa bantuan provinsi dalam penyediaan strow (bibit) akan memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas ternak di Desa Kanco.

“Ini strow (benih) dari provinsi. Mudah-mudahan di provinsi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Adapun Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan, Nurlina Saking, menambahkan bahwa Desa Kanco memiliki populasi sapi betina sebanyak 1.200 dari total 17.000 di Kecamatan Cina.

Baca  Lima Tahun Bersama Land4Lives, Bone Perkuat Komitmen Menuju Lanskap Sehat dan Pangan Berkelanjutan

“Program pelayanan kesehatan hewan, termasuk vaksinasi penyakit mulut dan kuku, serta pelaksanaan inseminasi buatan di sini berjalan dengan cukup baik,” ujar Nurlina.

Baca juga: Dewan Adat Bone Anugerahi Pj Gubernur Sulsel Gelar Daeng Mappuji

Selain itu, Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin menekankan pentingnya dukungan pengetahuan dan pelatihan dalam menyediakan pakan yang berkualitas untuk ternak.

Dia meminta Dinas Peternakan Sulsel untuk segera menyelenggarakan pelatihan pembuatan pakan ternak, mengingat bahan-bahan pakan yang melimpah namun belum termanfaatkan secara maksimal.

“Bu Kadis berikan pelatihan secepatnya untuk memanfaatkan potensi pakan yang ada, agar program ketahanan pangan ini dapat berjalan dengan sukses,” kata Bahtiar. (*)