BARRU, sindosulsel.com – Himpunan Mahasiswa Departemen Pusat Kajian dan Penelitian Mahasiswa Hukum Tata Negara (PUSAKA HTN) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk PUSAKA MODERN VII di Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kesadaran Konstitusional Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Hak atas Lingkungan Hidup Sehat” ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kesadaran hukum terkait hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Acara dihadiri masyarakat Kelurahan Mangkoso, tokoh masyarakat, akademisi, serta pengurus dan anggota PUSAKA HTN FH Unhas. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai dari registrasi peserta, pembukaan, sambutan, pemaparan materi, diskusi interaktif hingga penutupan.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., mengapresiasi pelaksanaan PUSAKA MODERN VII sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Hadiri Mubes IKA Unhas 2026, Bupati Luwu Harapkan Kolaborasi Percepatan Pembangunan Daerah
Menurutnya, mahasiswa hukum memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, termasuk pada isu lingkungan hidup.
“Mahasiswa harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata melalui ilmu yang dimilikinya. Kegiatan seperti ini menjadi implementasi peran akademik mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Hamzah Halim.
Senada dengan itu, Ketua Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unhas, Dr. Naswar, S.H., M.H., menegaskan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai ruang pengembangan intelektual sekaligus sarana implementasi keilmuan hukum tata negara di tengah masyarakat.
“PUSAKA HTN harus terus menjadi ruang pengembangan keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada diskusi akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang konstruktif,” katanya.
Sementara itu, Pembina PUSAKA HTN FH Unhas, Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., menyebut kegiatan pengabdian masyarakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesadaran hukum warga.
“PUSAKA MODERN bukan sekadar program kerja tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat secara langsung serta berkontribusi dalam membangun kesadaran hukum dan kewarganegaraan,” tuturnya.
Ketua Umum PUSAKA HTN FH Unhas, Andi Budiman, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan serta hak atas lingkungan hidup yang sehat.
IKA Unhas Gelar Baksos di Bone, Bagikan 812 Paket Sembako untuk Marbot dan Warga
“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama sebagai warga negara,” ungkapnya.
Ketua Panitia PUSAKA MODERN VII, Muhammad Nurarbain Nazarbayev, menjelaskan kegiatan tersebut dipersiapkan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian dan kepedulian sosial,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unhas, Dr. Muhammad Zulfan Hakim, S.H., M.H. Ia menjelaskan pentingnya kesadaran konstitusional masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup dan mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Melalui kegiatan ini, PUSAKA HTN FH Unhas berharap dapat mendorong lahirnya kesadaran kolektif masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.












