PALOPO, sindosulsel.com – Aktivis Kota Palopo, Reski Halim, memberikan klarifikasi terkait insiden adu mulut yang terjadi antara dirinya dan wartawan Harian Palopo Pos, Riawan, saat aksi unjuk rasa di depan Mapolres Palopo, Jumat (17/7/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan Reski Halim saat dihubungi sindosulsel.com melalui percakapan WhatsApp pada Sabtu (18/7/2026), menyusul pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan penghinaan terhadap wartawan saat aksi demonstrasi berlangsung.
Menurut Reski, aksi yang mereka gelar awalnya berlangsung aman dan tertib.
Namun, situasi berubah ketika sejumlah wartawan meminta massa aksi membuka akses jalan untuk sebuah kendaraan yang hendak melintas.
“Awalnya demo berjalan aman. Tiba-tiba ada sekelompok wartawan datang meminta jalan dibuka karena ada seseorang yang ingin lewat. Saya tidak tahu siapa yang dimaksud. Yang saya lihat, orang tersebut berada di dalam mobil dinas BPBD Palopo,” ujar Reski.
Ia mengaku kemudian mengambil telepon genggam untuk merekam situasi yang terjadi.
Namun, sebelum sempat merekam, ia mengaku didatangi oleh Riawan.
“Saya belum sempat merekam. Tiba-tiba Riawan datang dan mendorong saya. Saya sempat bercanda dengan mengatakan, ‘Oh kita, kanda,’ sambil tertawa karena saya pikir ingin berbicara baik-baik seperti biasanya. Tetapi menurut saya, dia kembali mendorong dan mengeluarkan kata-kata yang memancing emosi,” katanya.
Baca Juga : Aktivis di Palopo Diduga Maki Wartawan Saat Demo, Video Insiden Diunggah ke Facebook
Reski menegaskan dirinya bereaksi karena merasa diperlakukan tidak baik di tengah aksi yang sedang berlangsung.
“Saya hanya membela diri. Siapa pun pasti marah jika diperlakukan seperti itu,” ujarnya.
Terkait unggahan di media sosial yang menyebut tangannya terkena api rokok, Reski mengaku peristiwa itu terjadi saat dirinya memegang tangan Riawan di tengah ketegangan yang berlangsung.
“Menurut saya itu disengaja. Saat terjadi dorong-dorongan dan dia menggunakan dada untuk mendorong, tangan saya terkena api rokok yang dipegangnya,” klaim Reski.
Saat ditanya apakah sebelumnya pernah memiliki persoalan dengan Riawan, Reski mengakui keduanya pernah terlibat perbedaan pendapat terkait pemberitaan demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Kalau tidak salah saat aksi yang berujung ricuh di DPRD. Waktu itu saya mengkritik pemberitaannya karena menurut saya pemberitaannya sepihak. Itu mungkin terjadi tahun lalu,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, wartawan Harian Palopo Pos, Riawan, mengaku telah melaporkan insiden tersebut ke Polres Palopo.
Ia membantah tudingan sengaja melukai Reski menggunakan api rokok dan menegaskan bahwa kontak tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan saat dirinya berusaha melepaskan diri dari pegangan Reski.
Disayangkan Riawan, sikap Reski Halim yang memakinya di depan umum dan mengatainya dengan nada kasar hingga keluar kata anji”g
Tidak sampai di situ, Reskim Halim, malah mengunggah rekaman video tersebut ke Facebook akun Reski Halim, kuat dugaan adalah akun Facebook miliknya.
Hingga berita ini diterbitkan, peristiwa tersebut masih menjadi perhatian kalangan jurnalis dan aktivis di Kota Palopo.
Kedua belah pihak telah menyampaikan versinya masing-masing terkait insiden yang terjadi saat aksi demonstrasi tersebut.












