PendidikanSidrap

Reviewer Nilai Luaran Riset UMS Rappang Positif, Dorong Naik ke Skema Lebih Tinggi

×

Reviewer Nilai Luaran Riset UMS Rappang Positif, Dorong Naik ke Skema Lebih Tinggi

Sebarkan artikel ini
Reviewer Nilai Luaran Riset UMS Rappang Positif, Dorong Naik ke Skema Lebih Tinggi

PENDIDIKAN, sindosulsel.com – Reviewer eksternal menilai perkembangan luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menunjukkan progres positif.

Para peneliti pun didorong tidak berhenti pada satu skema pendanaan, tetapi terus meningkatkan riset ke jenjang yang lebih tinggi.

Penilaian tersebut disampaikan dalam monitoring dan evaluasi (monev) terhadap 11 program UMS Rappang yang mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema BIMA.

Sebanyak 11 program yang dievaluasi terdiri atas sembilan penelitian dan dua program pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Sabtu (12/09/2026).

Monev dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan luaran penelitian dan pengabdian berjalan sesuai target.

Reviewer eksternal Eli Hamid mengatakan program yang dievaluasi mencakup beberapa skema, mulai Penelitian Dosen Pemula (PDP), penelitian fundamental, hingga Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

“Untuk kegiatan hari ini kami melakukan monitoring dan evaluasi bagi proposal teman-teman yang lolos hibah pada tahun 2026. Ada Penelitian Dosen Pemula (PDP), penelitian fundamental, dan juga Program Kemitraan Masyarakat (PKM),” kata Eli.

Baca Juga : Polri Gandeng Unhas dan UMI Perkuat Pusat Studi Kepolisian

Menurut dia, hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Sejumlah luaran penelitian para dosen UMS Rappang dinilai telah menunjukkan progres dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

“Kami mengevaluasi luaran teman-teman di sini. Luar biasa, dan mudah-mudahan terus berkembang,” ujarnya.

Eli mendorong para peneliti tidak berhenti pada skema pendanaan yang sedang dijalankan.

Baca Juga : Pemkab Sidrap Gelar PBK Batch IV, 64 Peserta Dipersiapkan Masuk Dunia Kerja

Baca  UMS Rappang Buka Seleksi Staf Pascasarjana, 18 Pelamar Ikuti Wawancara

Penelitian yang saat ini berada pada level PDP diharapkan dapat meningkat ke penelitian fundamental, kemudian berkembang menuju penelitian terapan maupun pengembangan.

“Harapannya penelitiannya bisa meningkat, dari PDP ke fundamental, dari fundamental ke pengembangan atau terapan. Begitu juga dengan PKM, pengabdian kepada masyarakat bisa naik level ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Ia mengatakan monev tersebut masih menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan hibah.

Setelah menyampaikan laporan kemajuan, para peneliti selanjutnya akan menyiapkan laporan akhir.

“Ini sementara monitoring dan evaluasi internal. Kami selaku reviewer eksternal melakukan evaluasi, dan kemungkinan besar ada tahapan selanjutnya, yakni laporan akhir. Teman-teman sudah melakukan submit laporan kemajuan, kemudian nanti ada laporan akhir,” katanya.

Menurut Eli, program yang mendapatkan pendanaan juga berpeluang masuk dalam evaluasi lanjutan dari kementerian apabila terpilih sebagai sampel.

“Kalau nanti diambil sampel, bisa saja dimonev oleh kementerian,” tambahnya.

Ia berharap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di UMS Rappang terus berkembang, tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan di masyarakat.

“Harapannya UMS Rappang terus maju, para penelitinya juga terus berkembang. Mudah-mudahan teman-teman yang melakukan proses penelitian ini bisa meningkatkan lebih jauh ke depan sehingga bisa berdampak kepada masyarakat,” tuturnya.

“Tentu ini memiliki kontribusi besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan memiliki dampak kepada masyarakat,” pungkas Eli.

Monev tersebut turut dihadiri Rektor UMS Rappang Prof. Jamaluddin Ahmad, Wakil Rektor I Assoc. Prof. Ir. M. Rais Rahmat Razak, Wakil Rektor II Andi Astinah Adnan, serta para peneliti dan tim pelaksana program.