Internasional

Trump dan Zelensky Cekcok di Gedung Putih

×

Trump dan Zelensky Cekcok di Gedung Putih

Sebarkan artikel ini
Trump dan Zelensky Cekcok di Gedung Putih
Tangkapan Layar YouTube The White House

SINDOSULSEL.COM, Internasional – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Gedung Putih berakhir dengan ketegangan yang memuncak hingga pengusiran delegasi Ukraina.

Diskusi yang awalnya bertujuan membahas kesepakatan mineral tanah jarang serta solusi perdamaian bagi konflik Ukraina-Rusia berubah menjadi adu mulut yang sengit.

Ketegangan mulai terasa ketika Zelensky menekan Trump agar memberikan lebih banyak dukungan bagi Kyiv dan tidak bersikap netral dalam perundingan damai dengan Rusia.

Trump, yang didampingi oleh Wakil Presiden JD Vance, menanggapi dengan menuduh Zelensky tidak menghargai bantuan miliaran dolar yang telah diberikan AS selama tiga tahun terakhir.

“Kami telah memberikan lebih banyak dukungan daripada siapa pun, dan Anda masih mengeluh!” ujar Trump dengan nada tajam.

“Anda harus bersyukur. Anda tidak punya kartu,” tambahnya

Zelensky, yang tetap teguh pada pendiriannya, menyatakan bahwa Ukraina tidak bisa menerima kesepakatan yang mengorbankan wilayahnya demi perdamaian.

Ia menegaskan bahwa “tidak ada kompromi dengan agresor.”

Ketika suasana semakin panas, Vance ikut menegur Zelensky karena dianggap tidak memiliki sikap diplomatis.

Situasi semakin memburuk, hingga akhirnya penasihat keamanan AS Mike Waltz memberi isyarat kepada delegasi Ukraina untuk meninggalkan pertemuan.

Seorang sumber Gedung Putih menyebut bahwa delegasi Ukraina sempat berupaya meminta pertemuan ulang, tetapi Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Waltz bersikeras bahwa pembicaraan telah berakhir.

“Kami sudah kehilangan kesabaran. Anda tidak bisa meminta bantuan tetapi kemudian menolak berkompromi,” ujar Waltz dalam wawancara dengan media AS.

Tak lama setelah pertemuan, Trump menulis di media sosial bahwa Zelensky “bisa kembali jika sudah siap untuk berdamai”.

Sementara itu, Zelensky dalam wawancara dengan Fox News mengatakan bahwa pertemuan tidak berjalan sesuai harapannya, tetapi ia tidak berniat meminta maaf.

Gagalnya pembicaraan ini juga berdampak pada kesepakatan ekonomi. Perjanjian terkait eksploitasi mineral langka di Ukraina yang seharusnya ditandatangani batal dilakukan.

Dengan ketegangan yang semakin meningkat antara kedua pemimpin, hubungan AS-Ukraina diprediksi akan mengalami perubahan besar dalam waktu dekat.