SINDOSULSEL.COM, NTT – TSAVAC INDONESIA kembali mencatat sejarah dengan memborong prestasi di dua ajang besar olahraga panahan dan berkuda yang berlangsung bersamaan.
Klub yang mengusung filosofi “Dari Tradisi, Untuk Prestasi” ini tak hanya mengandalkan teknik, tetapi juga membangun karakter dan mental juara, seluruh atletnya dilatih secara gratis dengan fasilitas lengkap.
Prestasi ini melengkapi capaian gemilang mereka di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2025 di Nusa Tenggara Barat pada 29–30 Juli 2025, di mana tim panahan tradisional TSAVAC meraih sejumlah medali emas, perak, dan perunggu, menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan terbesar di panahan tradisional Indonesia.
Pada 9–10 Agustus 2025, TSAVAC INDONESIA tampil di dua event sekaligus: Expo Keterampilan Panahan 2025 yang digelar Pemkot Makassar dan Open Archery Competition (OPEC) 2025 yang diadakan Pordasi Kota Makassar.
Di kategori SMP, Ananda Faiqa Aliza menjadi bintang dengan meraih Top Score di kedua event, Juara 2 SMP di OPEC 2025, dan Juara 3 SMP di Expo Panahan 2025. Di kategori SD, Ananda Azkayra Malika Zahra yang baru dua pekan berlatih langsung menyabet Juara 2 SD 1–3 di OPEC 2025.
Di arena berkuda OPEC 2025, Ananda Agni Tihani Arman meraih Juara 2 umum kategori Equestrian.
Sementara itu, Ananda Abidal Umri membawa pulang Juara 3 SMP Putra di Expo Panahan 2025, dan Ananda Muh. Ar Abid Ransi Putra Fadli meraih Juara 4 kategori SD.
Founder TSAVAC INDONESIA, Andi Bathilar Rifai, menegaskan semua pencapaian ini lahir dari komitmen memberikan kesempatan setara tanpa beban biaya.
“Semua fasilitas, lapangan, peralatan, dan pendampingan kami sediakan penuh. Prestasi sejati lahir dari kesempatan yang setara,” ujarnya.
Visi TSAVAC tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi memanah yang memiliki akar sejarah kuat. Mengutip sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Memanahlah wahai Bani Isma’il, karena nenek moyang kalian adalah ahli memanah”, Andi menegaskan bahwa semboyan “Dari Tradisi, Untuk Prestasi” menjadi ruh perjuangan mereka.
Pelatih utama, Alhabsi, yang dikenal teliti dan inovatif, membangun program latihan bertahap mulai dari penguasaan teknik dasar, peningkatan konsistensi, hingga pembentukan mental juara.
“Baik atlet baru seperti Malika maupun yang berpengalaman seperti Faiqa, semua mendapat pendekatan yang sesuai agar siap bersaing,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah sukses di FORNAS, OPEC, dan Expo Panahan, target berikutnya adalah Bupati Cup Sidrap pada awal September.
“Kami ingin membuktikan bahwa TSAVAC INDONESIA bisa konsisten berprestasi di setiap ajang yang diikuti,” ujarnya.
Dengan deretan prestasi di tiga event besar, TSAVAC INDONESIA kembali membuktikan bahwa semangat “Dari Tradisi, Untuk Prestasi” bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata dalam melahirkan juara yang membanggakan bangsa.












