SINDOSULSEL.COM, Sinjai – Di tengah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, warga Kecamatan Pulau Sembilan (P9) justru menyuarakan keluhan terkait sulit dan mahalnya akses air bersih.
Di Desa Pulau Harapan, warga mengaku harus mengeluarkan biaya tinggi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Harga satu galon air bersih dipatok Rp8.000 oleh pengusaha setempat dengan alasan tingginya biaya distribusi dari Kota Sinjai.
Warga mendesak pemerintah segera turun tangan agar kemerdekaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk akses air bersih yang layak dan terjangkau.
“NKRI sudah merdeka selama 80 tahun, tapi kami masih seperti dijajah keadaan. Pemerataan pembangunan digembar-gemborkan, tapi untuk mendapatkan air bersih saja sangat sulit,” kata Rafiudding, Selasa (12/08/2025).
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Sinjai dari Fraksi Gerindra, Andi Didit Asapa, berharap Pemkab Sinjai memiliki semangat kebersamaan untuk membangun daerah, termasuk wilayah yang memiliki sematan ‘Bersatu’ tersebut.
Baca Juga : Aktivis NGO Desak Pemkab Sinjai Transparan Soal Izin Investor dan Alih Fungsi Lahan
Menurutnya, jasa para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan tidak boleh ternodai oleh fakta bahwa masih ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Sebagai anggota DPRD, saya akan terus mendorong aspirasi masyarakat ke pemerintah daerah. Sinergi DPRD dan Pemkab harus menjadi dasar kuat untuk membangun dan menyejahterakan warga Sinjai,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi di P9 menunjukkan masyarakat belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan karena kebutuhan dasar berupa air bersih masih sulit diakses. Masalah ini, katanya, harus menjadi perhatian serius pemerintah agar Pulau Sembilan diprioritaskan.
“P9 adalah bagian dari Sinjai, jangan biarkan warganya berjibaku sendiri mencari solusi air bersih. Potensinya besar, jadi pemerintah harus memikirkan solusi dan kerja nyata agar kebersamaan benar-benar terasa di Kabupaten Sinjai,” tambahnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa akses air bersih layak adalah hak seluruh rakyat, termasuk yang tinggal di Pulau Sembilan.












