Sulsel

UMI Makassar, Komitmen Jaga Silaturahmi Keluarga Besar

×

UMI Makassar, Komitmen Jaga Silaturahmi Keluarga Besar

Sebarkan artikel ini
UMI Makassar, Komitmen Jaga Silaturahmi Keluarga Besar

sindosulsel.com, Makassar – Jelang akhir ramadan, menjadi ruang silaturahmi dan saling memaafkan bagi keluarga besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) Kota makassar, yang telah menjadi tradisi tersendiri dalam mempererat tali silaturahmi antara sesama keluarga besar UMI mulai dari pejabat hingga bawahan, staf dan dosen.

Rektor UMI, Prof Sufirman Rahman mengatakan, pihaknya senantiasa mengingatkan pentingnya konsep jamaah dalam membangun komitmen ke UMI an. “Jadi apapun yang dicita-citakan untuk dicapai akan mudah bila dilakukan secara berjamaah. Jamaah ini adalah bentuk komitmen kita pada apa yang telah diwariskan oleh pendahulu kita di UMI,” tegasnya.

Untuk tetap mengokohkan jamaah, kata Profesor Fakultas Hukum (FH) UMI ini, setiap orang diminta untuk tetap teguh dalam maaf dan memaafkan terhadap sesama. “Saya secara pribadi memohon maaf apabila membuat kesalahan. Saling memaafkan akan membuka jalan saudara-saudara kita menuju kebaikan bersama,” jelas mantan Direktur Program Pascasarjana UMI itu.

Baca  Bupati Sidrap Sambut Undangan Kebugis Papua Barat Daya

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar mengungkapkan, hasil dari amalan silaturahmi ternyata sangat luar biasa. “Bahkan Rasulullah pernah bersabda di depan sahabat-sahabatnya, apakah kalian tahu amalan yang lebih besar pahalanya dari pada haji, Rasulullah melanjutkan, amalan itu yakni menyambung tali silaturahmi,” bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Pembina YW UMI, Prof Mansyur Ramly menjelaskan, silaturahmi itu adalah ruang paling baik untuk membicarakan masa depan bersama, khususnya untuk kemajuan UMI. “Alhamdulillah UMI semakin menuju ke komitmen menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Kesempatan silaturahim memberi ruang untuk membicarakan masa depan,” imbuh mantan Ketua Badan Akreditasi Nasional perguruan Tinggi (BAN-PT) tersebut.

“Selain itu, kita sudah berpuasa, perlu ada buah di ramadan, pertama betul-betul menjadi motivasi untuk ketaqwaan, menjadi menusia Quran. Kita juga mampu menekan hawa nafsu yang sifatnya batiniah dan lahiriah,” tandasnya.

(*)

Emas untuk Guru yang Telah Pergi
Olahraga

Dua karateka asal Sulsel persembahkan medali emas Kejurnas Karate Piala Jaksa Agung untuk mendiang guru mereka, Shidoin Annur Halidi. Simak momen haru di podium.