SULSEL, sindosulsel.com – Bunyamin M. Yapid menerima penghargaan sebagai Tokoh Peduli Ulama dan Kemitraan Pers dalam ajang PWI Awards 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepeduliannya terhadap ulama serta hubungan kemitraan yang dibangun bersama insan pers di Sulawesi Selatan.
Dalam ajang penghargaan tersebut, Bunyamin bersanding dengan sejumlah kepala daerah dan tokoh Sulawesi Selatan lainnya yang turut mendapatkan apresiasi atas kontribusi mereka di berbagai bidang.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan terhadap pentingnya sinergi antara tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan media dalam mendukung keterbukaan informasi serta kehidupan sosial masyarakat.
Bunyamin selama ini dikenal memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan jurnalis dan organisasi pers.
Kedekatan tersebut terjalin melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan, pelayanan masyarakat, hingga bidang usaha yang dijalaninya.
Menurut Bunyamin, keberadaan pers memiliki peran strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi, memperkenalkan berbagai program, serta membangun komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat.
“Kami bersinergi karena pers adalah bagian dari kami, baik dalam institusi Kementerian Agama maupun dalam bidang usaha yang kami geluti. Ini tidak bisa terpisahkan,” ungkapnya.
Ia memandang hubungan antara tokoh publik dan insan pers bukan sekadar kepentingan publikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka, profesional, dan saling mendukung.
Baca Juga : Ketua SMSI Sulsel Soroti Tantangan Media Siber di Era Arus Informasi Cepat
Bunyamin menilai keberadaan media memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi yang edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi publik.
Dalam lingkungan keagamaan, media dapat menjadi sarana untuk memperluas penyampaian informasi mengenai pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, pemberdayaan rumah ibadah, hingga berbagai kegiatan sosial.
Melalui kemitraan yang baik, program dan aktivitas keagamaan diharapkan dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.
Selain itu, hubungan antara tokoh agama dan insan pers juga dapat membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Bunyamin memandang bahwa kerja sama tersebut perlu didasari keterbukaan informasi, sikap saling menghormati, serta pemahaman terhadap peran masing-masing.
Di satu sisi, pers tetap memiliki independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Sementara di sisi lain, narasumber dan tokoh publik memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kemitraan yang sehat dinilai dapat terwujud apabila kedua pihak tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan kepentingan masyarakat.
Penghargaan yang diterima Bunyamin juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan yang selama ini terbangun bersama kalangan wartawan dan organisasi pers.
Komunikasi yang terjalin tidak hanya berkaitan dengan pemberitaan kegiatan, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring, memperkenalkan program, serta memperluas dialog dengan berbagai elemen masyarakat.
Baca Juga : PWI Sulsel Fokus Benahi Keanggotaan, KTA dan Kepemimpinan di Daerah
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan industri media, kemitraan antara tokoh publik dan insan pers dinilai semakin penting.
Kecepatan penyebaran informasi perlu diimbangi dengan akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab jurnalistik agar informasi yang diterima masyarakat tetap berkualitas.
Karena itu, hubungan baik antara narasumber dan media diharapkan dapat terus terjaga tanpa mengurangi independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Penghargaan PWI Awards 2026 tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Bunyamin untuk terus memperkuat komunikasi serta membangun kerja sama yang produktif dengan berbagai kalangan media.
Penghargaan Tokoh Peduli Ulama dan Kemitraan Pers tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kiprah Bunyamin, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Kepedulian terhadap ulama memiliki arti penting dalam mendukung peran tokoh agama sebagai pembimbing umat dan penjaga nilai-nilai moral di tengah kehidupan sosial.
Sementara itu, kemitraan dengan pers menjadi salah satu sarana untuk memperkuat keterbukaan informasi dan membangun komunikasi yang konstruktif.
Kedua aspek tersebut dinilai saling berkaitan dalam mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, berpengetahuan, dan menghargai nilai-nilai keagamaan.
Melalui penghargaan tersebut, Bunyamin diharapkan terus merawat hubungan baik dengan insan pers sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Ajang PWI Awards 2026 pun menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan, profesionalisme, serta tanggung jawab bersama dalam menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.












