SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Sebuah rekaman CCTV berdurasi 1 menit 22 detik yang memperlihatkan insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) disertai dugaan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur viral di media sosial.
Kejadian tersebut terjadi pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 03.00 WITA di Jalan Rusa, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
Korban, MW (16), seorang pelajar asal Kecamatan Maritengngae, tampak dalam video berlari dari arah barat menuju timur. Tak lama, sebuah mobil minibus berwarna hitam melaju dari arah berlawanan dan menabrak MW.
Setelah tabrakan, korban mendekati sisi mobil. Namun, pria yang diduga sopir mobil tersebut turun dan tampak melakukan tindakan penganiayaan terhadap MW.
Mahira, Wakil Kepala Madrasah bagian Humas yang menyaksikan insiden tersebut, membenarkan kejadian ini. “Saya melihat mobil melintas dari arah barat, kemudian mendengar keributan. Saat saya masuk ke kantor, korban MW sudah menangis,” ujar Mahira.
Baca juga : Polres Sidrap Amankan 11 Pelaku Penipuan Modus Jual Motor Online
Menurut pengakuan korban, pengemudi mobil menamparnya setelah insiden kecelakaan itu. Rekaman CCTV dari sekolah yang menyorot lokasi kejadian menunjukkan dengan jelas insiden tabrakan dan dugaan penganiayaan tersebut.
Tidak terima atas perlakuan ini, keluarga korban bersama sejumlah guru dan kepala sekolah langsung melaporkan kasus ini ke Polres Sidrap. Laporan resmi diterima dengan Nomor STPL/21/I/2025 SPKT tertanggal 13 Januari 2025, yang ditandatangani oleh Kanit II SPKT Polres Sidrap, Aipda Umar.
Ipda Junaidi Khadafi, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sidrap, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Setelah menerima laporan, kami segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi terduga pelaku. Alhamdulillah, pelaku sudah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Korban, yang mengenakan seragam sekolah saat kejadian, kini mengalami trauma fisik dan psikologis. Pihak keluarga dan sekolah memberikan pendampingan kepada MW.
Sementara itu, warga yang sempat berkumpul di lokasi berharap kasus ini segera ditangani dengan tuntas agar memberikan keadilan bagi korban.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesadaran berlalu lintas dan keadilan hukum dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Polisi terus melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi lebih mendalam dari peristiwa ini.
Baca juga berita di Google News












