Palopo

75 Siswa SMPN 12 Palopo Ikuti Bedah Buku, Pemkot Dorong Penguatan Budaya Literasi

×

75 Siswa SMPN 12 Palopo Ikuti Bedah Buku, Pemkot Dorong Penguatan Budaya Literasi

Sebarkan artikel ini
75 Siswa SMPN 12 Palopo Ikuti Bedah Buku, Pemkot Dorong Penguatan Budaya Literasi

PALOPO, sindosulsel.com – Sebanyak 75 siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Palopo mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (field trip) di Gedung Layanan Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palopo, Jumat (09/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi pelajar melalui aktivitas bedah buku, diskusi kelompok, serta pengenalan fasilitas perpustakaan.

Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palopo, Syamsul Alam, hadir mewakili Wali Kota Palopo untuk memberikan arahan dan motivasi kepada para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palopo, Asnita Darwis, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan gelombang ketiga yang dilaksanakan SMPN 12 Palopo.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah diikuti siswa kelas VII dan IX sebagai bagian dari program pembelajaran yang bertujuan mendekatkan pelajar dengan sumber bacaan dan fasilitas perpustakaan.

Pada kunjungan kali ini, para siswa diarahkan mengikuti kegiatan bedah buku secara berkelompok di ruang baca dan ruang diskusi lantai dua gedung perpustakaan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk membaca, memahami isi bacaan, mengidentifikasi pokok pembahasan, serta menyusun rangkuman dari buku yang telah dibaca.

Aktivitas ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari bahan bacaan.

Sementara itu, dalam arahannya, Syamsul Alam menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan penggunaan perangkat digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk pelajar, dalam memperoleh berbagai informasi. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memahami, menyaring, dan mengolah informasi secara baik.

Ia membandingkan kondisi pada masa lalu ketika akses informasi masih terbatas dengan perkembangan era digital saat ini yang memungkinkan informasi diperoleh dalam hitungan detik.

Syamsul menilai, melimpahnya informasi tidak serta-merta menjamin meningkatnya kemampuan literasi apabila tidak disertai kebiasaan membaca secara mendalam.

Karena itu, ia mengajak para siswa untuk tidak hanya mengandalkan informasi singkat yang diperoleh melalui telepon genggam, tetapi juga membiasakan diri membaca buku secara utuh.

Ia menjelaskan bahwa membaca buku fisik dapat menjadi salah satu cara untuk melatih konsentrasi, memperdalam pemahaman terhadap suatu topik, serta membangun kebiasaan belajar yang lebih terarah.

Baca  Naili Trisal Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Menurutnya, membaca bukan sekadar mengenali tulisan, tetapi juga memahami makna, menghubungkan informasi, dan mengambil pelajaran dari isi bacaan.

Syamsul juga mengingatkan para siswa agar lebih bijak menggunakan perangkat elektronik, terutama dalam membagi waktu antara belajar, membaca, dan menikmati hiburan digital.

Penggunaan gadget secara berlebihan, menurutnya, dapat mengganggu konsentrasi serta mengurangi waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri.

Untuk itu, ia mendorong para pelajar membangun kebiasaan membaca buku di rumah dan menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Bahkan, Syamsul menyarankan agar siswa mulai membiasakan diri memilih buku sebagai salah satu oleh-oleh ketika orang tua bepergian.

Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak usia sekolah sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung budaya literasi.

Lebih lanjut, Syamsul menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga berkomitmen mendukung berbagai program penguatan literasi di lingkungan sekolah.

Dukungan tersebut antara lain melalui kegiatan bedah buku, penulisan resensi, pengembangan aktivitas membaca, serta penguatan fasilitas perpustakaan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa.

Ia berharap sekolah dan perpustakaan dapat terus berkolaborasi menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter serta kebiasaan belajar yang positif.

Selain memberikan motivasi mengenai pentingnya literasi, Syamsul juga berpesan kepada para siswa agar senantiasa menghormati dan menaati nasihat orang tua serta guru.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga sikap, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap orang-orang yang berperan dalam proses pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa menghormati orang tua dan guru menjadi salah satu nilai penting yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib kunjungan perpustakaan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai aturan dan etika selama memanfaatkan fasilitas layanan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Melalui kunjungan edukatif tersebut, diharapkan para siswa SMPN 12 Palopo semakin termotivasi untuk meningkatkan minat baca, memanfaatkan fasilitas perpustakaan, serta mengembangkan kemampuan literasi sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di era digital.