SIDRAP, sindosulsel.com – Perum Bulog mencatat realisasi pengadaan beras nasional sebanyak 4.115.014 ton hingga Kamis (08/10/2026).
Jumlah tersebut mencapai 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
Capaian itu disyukuri melalui acara tasyakuran di Kantor Cabang Perum Bulog Sidrap yang dihadiri seluruh karyawan dan karyawati.
Pemimpin Cabang Bulog Sidrap Ivan Faisal turut menyambut capaian tersebut dengan sukacita.
Bulog menyebut realisasi pengadaan tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Baca Juga : Pemkab Sidrap Bantah Isu 70 Persen Petani Gagal Panen
Jumlahnya melampaui pengadaan pada 2025 sebesar 3,19 juta ton serta rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.
Pengadaan beras dilakukan melalui jaringan Bulog di berbagai sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta pemangku kepentingan terkait.
Penyerapan hasil panen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menjaga ketersediaan beras, dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Bulog dan pihak yang mendukung pencapaian tersebut.
Baca Juga : Bukan Sekadar Seremoni, HUT ke-81 TNI di Sidrap Dirayakan Bersama Masyarakat
“Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden kepada BULOG, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini,” ujarnya.
Menurut Ahmad Rizal, pencapaian tersebut perlu menjadi dorongan untuk terus meningkatkan manfaat Bulog bagi petani dan masyarakat.
“Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.
Bulog berkomitmen melanjutkan penyerapan hasil pertanian hingga akhir 2026.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.












