INTERNASIONAL, sindosulsel.com – Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Tim Nasional Argentina. Pemain berusia 39 tahun itu menutup karier internasionalnya dengan satu gol dan dua assist saat Argentina mengalahkan Benin 3-0 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa (06/10/2026) waktu setempat.
Laga tersebut menjadi malam penuh emosi bagi Messi dan lebih dari 85 ribu suporter yang memadati stadion untuk menyaksikan penampilan terakhir sang kapten bersama La Albiceleste.
Messi tampil sebagai sosok penting dalam kemenangan Argentina. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, ia membantu timnya memecah kebuntuan melalui assist untuk Nicolás Otamendi.
Pemain berjuluk La Pulga itu kemudian kembali menciptakan peluang yang diselesaikan Nicolás Paz untuk menggandakan keunggulan Argentina.
Puncak pertandingan terjadi ketika Messi mencetak gol ketiga Argentina melalui tendangan penalti pada menit ke-70.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-126 Messi sepanjang kariernya bersama Timnas Argentina.
Usai pertandingan, suasana Stadion Monumental berubah menjadi panggung penghormatan bagi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Argentina.
Messi terlihat emosional ketika para pemain, ofisial, dan pendukung memberikan penghormatan kepadanya.
Ribuan suporter meneriakkan namanya, sementara berbagai pertunjukan dan penghormatan disiapkan untuk menandai berakhirnya perjalanan sang kapten bersama tim nasional.
Dalam pidato perpisahannya, Messi mengaku sulit menggambarkan perasaan yang dialaminya setelah lebih dari dua dekade mengenakan seragam Argentina.
“Bermain untuk Timnas Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi,” ujar Messi dalam pidato yang dipublikasikan melalui situs resmi Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), sebagaimana diterjemahkan dari bahasa Spanyol.
Messi mengenang perjalanan kariernya yang tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku telah melalui berbagai masa sulit, termasuk kegagalan pada sejumlah turnamen besar, sebelum akhirnya mempersembahkan gelar bergengsi bagi negaranya.
Baginya, kesempatan membela Argentina menjadi salah satu pengalaman paling berharga sepanjang karier sebagai pesepak bola.
“Saya mengucapkan selamat tinggal kepada timnas. Saya akan merindukan kalian,” katanya.
Messi juga meminta seluruh pendukung Argentina tetap memberikan dukungan kepada tim nasional, meskipun dirinya tidak lagi menjadi bagian dari skuad.
Berdasarkan catatan resmi Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), Messi mengakhiri perjalanan internasionalnya dengan 208 penampilan, 126 gol, dan 68 assist.
Kariernya bersama tim nasional senior Argentina dimulai pada 2005, ketika menjalani debut dalam pertandingan melawan Hungaria.
Selama lebih dari 21 tahun, Messi mengalami berbagai fase bersama Argentina, mulai dari kekalahan menyakitkan hingga keberhasilan meraih gelar juara.
Salah satu pencapaian terbesar Messi adalah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sebelumnya, ia juga mempersembahkan gelar Copa América 2021 setelah Argentina mengalahkan Brasil pada pertandingan final.
Kesuksesan tersebut berlanjut dengan keberhasilan mempertahankan gelar Copa América pada 2024.
Di kompetisi Copa América, Messi tercatat tampil dalam tujuh edisi dengan total 39 pertandingan dan 14 gol.
Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain dengan pencapaian paling menonjol dalam sejarah turnamen antarnegera Amerika Selatan.
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, turut memberikan penghormatan kepada Messi setelah pertandingan melawan Benin.
Scaloni mengaku merasa beruntung karena pernah mendapatkan kesempatan melatih Messi dan meraih berbagai pencapaian bersama.
Ia menilai kepergian Messi meninggalkan warisan besar bagi sepak bola Argentina, bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga pengaruhnya terhadap permainan tim.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resmi AFA pada Rabu (07/10/2026), Scaloni menyebut Messi sebagai pemain yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengubah jalannya pertandingan.
Scaloni juga mengakui bahwa Argentina kini harus membangun kekuatan baru dengan mengandalkan kerja sama seluruh pemain.
Menurutnya, kualitas individu seperti yang dimiliki Messi tidak dapat begitu saja digantikan oleh satu pemain.
Meski telah mengucapkan selamat tinggal kepada Timnas Argentina, Messi belum sepenuhnya meninggalkan sepak bola profesional.
Mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu masih memiliki kontrak bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS) hingga 2028.
Dengan demikian, keputusan pensiun Messi hanya berlaku untuk karier internasionalnya bersama Argentina.
Bagi publik Argentina, laga melawan Benin bukan sekadar pertandingan persahabatan. Malam itu menjadi penutup perjalanan seorang pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola negaranya.
Dari kegagalan di berbagai final hingga mengangkat trofi Piala Dunia, Messi meninggalkan Timnas Argentina sebagai pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak dalam sejarah negara tersebut.
Perpisahan di Stadion Monumental menjadi akhir dari satu generasi sepak bola Argentina, sekaligus awal perjalanan baru bagi La Albiceleste tanpa sang pemilik nomor punggung 10.












