Bone

Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Bone Ajak Generasi Muda Jaga Ketahanan Pangan

×

Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Bone Ajak Generasi Muda Jaga Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Bone Ajak Generasi Muda Jaga Ketahanan Pangan

BONE, sindosulsel.com – Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengajak generasi muda mengambil peran dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan kekeringan.

Ia menilai sektor pertanian membutuhkan inovasi dan keterlibatan pemuda untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Ajakan itu disampaikan Andi Asman bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa semangat perjuangan pemuda tidak hanya diwujudkan melalui persatuan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, terutama ketika musim kemarau berkepanjangan menyebabkan berkurangnya ketersediaan air dan mengancam produktivitas tanaman pangan.

Kondisi tersebut menuntut petani untuk terus beradaptasi.

Generasi muda diharapkan hadir membawa gagasan dan teknologi yang mampu membantu petani mempertahankan hasil produksi.

“Hari Sumpah Pemuda tidak hanya digaungkan di dalam gedung yang sejuk, tetapi hari ini kita berkumpul di tengah lahan pertanian, di bawah terik matahari, dengan membawa alat pertanian dan berharap setetes air mampu menjawab kehidupan ribuan bibit padi,” ujar Andi Asman.

Ia menjelaskan, semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 harus tetap relevan dengan persoalan yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk ancaman krisis iklim dan kebutuhan menjaga ketersediaan pangan.

Karena itu, pemuda didorong untuk terlibat dalam pengembangan pertanian yang lebih modern dan adaptif.

Baca  Hadapi Musim Tanam, Sidrap Benahi Irigasi dan Targetkan 10 Ton Padi

Pengelolaan air secara efisien, pemanfaatan benih unggul, serta penggunaan teknologi digital menjadi sejumlah pendekatan yang dapat dikembangkan.

Andi Asman meyakini keterbatasan sumber daya tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi.

Sebaliknya, tantangan kekeringan harus mendorong lahirnya berbagai terobosan untuk mempertahankan keberlangsungan sektor pertanian.

“Di tengah generasi muda ini, kemarau bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk melahirkan inovasi dan cara-cara baru menjaga pertanian tetap hidup,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, dan generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Keterlibatan pemuda dinilai dapat membantu mempercepat penerapan teknologi dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Bagi Andi Asman, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

“Semangat bertani di tangan petani muda mampu mengubah tanah yang gersang menjadi lahan kehidupan. Keterbatasan menjadi kekuatan dan kekeringan menjadi harapan,” ujarnya.

Melalui momentum Sumpah Pemuda, ia berharap semakin banyak generasi muda Bone yang tertarik mengembangkan sektor pertanian dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.

Andi Asman menutup pesannya dengan mengajak seluruh pemuda mempertahankan semangat persatuan dan tidak menyerah menghadapi tantangan.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda! Dari tanah yang retak, Bugis Bone, kita tumbuh untuk Bone yang lebih baik,” tutupnya.