BoneOlahraga

Ratusan Pesepeda Ramaikan Indonesia Critical Mass di Bone

×

Ratusan Pesepeda Ramaikan Indonesia Critical Mass di Bone

Sebarkan artikel ini
Ratusan Pesepeda Ramaikan Indonesia Critical Mass di Bone

BONE, sindosulsel.com – Ratusan pesepeda dari berbagai komunitas dan kalangan berkumpul di Lapangan Merdeka Watampone untuk mengikuti kegiatan Indonesia Critical Mass (ICM), Jumat (30/10/2026) malam.

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi bersepeda bersama mengelilingi Kota Watampone, Kabupaten Bone.

Salah seorang peserta, Emon, mengatakan kegiatan ICM kali ini merupakan pelaksanaan keenam di Watampone, dengan titik kumpul di depan Rumah Jabatan Bupati Bone.

“Saya sudah ikut tiga kali, dan sekarang sudah yang keenam kalinya dilaksanakan. Rutenya saya tidak tahu, yang jelas keliling kota. Kita ikut teman-teman saja,” ujar Emon.

Ia menjelaskan, Indonesia Critical Mass (ICM) merupakan gerakan bersepeda massal yang digelar secara rutin setiap Jumat terakhir setiap bulan.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya pesepeda, untuk bersama-sama menggunakan jalan raya sekaligus menyuarakan keberadaan mereka sebagai bagian dari pengguna jalan.

Baca Juga : Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Bone Edukasi dan Tegur Pelanggar

ICM tidak memiliki struktur organisasi formal, ketua, maupun pemimpin tertentu. Gerakan ini tumbuh dari inisiatif bersama para pesepeda yang ingin menciptakan ruang berkendara yang lebih aman dan nyaman.

Peserta dari berbagai latar belakang dapat bergabung tanpa harus menjadi anggota komunitas tertentu.

Salah satu prinsip yang dibawa dalam gerakan ini adalah “We are part of the traffic” atau pesepeda juga merupakan bagian dari lalu lintas.

Baca  Awas Penipuan! Nomor WhatsApp Palsu Catut Nama Kasat Lantas Polres Bone

Pesan tersebut menegaskan bahwa jalan raya tidak hanya digunakan oleh kendaraan bermotor, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi pesepeda dan pengguna jalan lainnya.

Baca Juga : Dosen dan Tendik UMS Rappang Gemari Pickleball

“Selain menyuarakan hak pesepeda, ICM juga membawa pesan mengenai keselamatan berlalu lintas. Para peserta diajak untuk tetap menaati rambu dan aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan lampu, serta menghormati pengguna jalan lainnya selama kegiatan berlangsung,” jelas Emon.

Gerakan ini juga berkaitan dengan kampanye penggunaan sepeda sebagai salah satu moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Dengan mendorong masyarakat untuk bersepeda, ICM turut mengangkat isu polusi udara, kemacetan, serta kebutuhan akan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, ICM terbuka untuk masyarakat umum dan dapat diikuti oleh berbagai jenis sepeda, mulai dari sepeda lipat, road bike, hingga fixed gear.

Kegiatan serupa telah berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia dan menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap aktivitas bersepeda maupun isu keselamatan di jalan.