PendidikanSidrap

English Competition 2026 UMS Rappang Resmi Ditutup

×

English Competition 2026 UMS Rappang Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini
English Competition 2026 UMS Rappang Resmi Ditutup

SIDRAP, sindosulsel.com – English Competition 2026 yang diselenggarakan English Student Association (ESA) Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari.

Penutupan kegiatan berlangsung di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Rabu (14/10/2026), sekaligus dirangkaikan dengan pengumuman pemenang serta penyerahan piala dan sertifikat kepada para juara.

Kompetisi yang mengusung tema “Shaping the Future Through English” ini diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) dan sederajat hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Dekan FKIP UMS Rappang Muhammad Hanafi. Turut hadir Wakil Dekan II FKIP Prof Usman M., Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Sam Hermansyah, Ketua Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Andi Sadapotto, serta kepala sekolah, guru pendamping, dan ratusan peserta lomba.

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang, Sam Hermansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kompetisi, khususnya para kepala sekolah dan guru yang mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, dukungan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam mendorong keberanian siswa untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi mereka melalui kompetisi.

“Alhamdulillah, saya selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan motivasi dari Bapak dan Ibu guru kepada anak didik kita sehingga mereka bisa hadir dan mengikuti English Competition ini,” ujar Sam dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi juga dari keberanian peserta untuk tampil, mencoba, dan menunjukkan kemampuan di hadapan orang lain.

“Kalau menang, kita sudah juara. Tetapi, adik-adik yang sudah tampil di sini juga luar biasa. Keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan merupakan hal yang patut kita apresiasi,” katanya.

Sam berharap English Competition dapat terus menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Inggris sekaligus meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan global.

Baca Juga : Mahasiswa PPG UMS Rappang Jalani Mentoring PPL Mandiri Siklus 3 di SMPN 6 Pangsid

Selain memberikan pengalaman berkompetisi, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini, terutama di kalangan pelajar sekolah dasar.

Dalam kesempatan tersebut, Sam mengungkapkan rencana pengembangan English Competition pada penyelenggaraan tahun berikutnya, termasuk penambahan jenis perlombaan dan perluasan jangkauan peserta.

Pada pelaksanaan tahun ini, partisipasi dari jenjang sekolah dasar tercatat menjangkau sekitar 10 sekolah. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 50 sekolah pada penyelenggaraan berikutnya.

“Masukan dari Bapak dan Ibu guru, mulai dari technical meeting sampai pelaksanaan kegiatan, sudah kami terima. InsyaAllah, tahun depan kami akan menambah jenis lomba dan memperluas partisipasi sekolah, khususnya tingkat SD,” jelasnya.

Baca  Mahasiswa PPG UMS Rappang Kembangkan Tiga Inovasi Media Pembelajaran

Ia juga mengajak para kepala sekolah dan guru untuk mulai mempersiapkan siswa sejak dini, mengingat English Competition merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan setiap Oktober.

“Kami ingatkan, setiap Oktober kita mengadakan English Competition. Jadi, Bapak dan Ibu guru bisa mempersiapkan anak didiknya dari sekarang, terutama untuk melatih kemampuan bahasa Inggris mereka,” tuturnya.

Sam turut mengapresiasi kerja keras mahasiswa ESA dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan perlombaan, hingga penutupan.

Menurutnya, kerja sama, tanggung jawab, dan inisiatif mahasiswa menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Baca Juga : Aliyah Mustika: Pendidikan Tak Cukup Hanya Kejar Prestasi

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kekurangan selama pelaksanaan, termasuk perubahan lokasi kegiatan dan keterlambatan jadwal pada beberapa agenda. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang.

Selain membahas pengembangan kompetisi, Sam turut memperkenalkan peluang pendidikan lanjutan di UMS Rappang, khususnya Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris yang menyediakan sistem perkuliahan secara daring.

Menurutnya, sistem tersebut dapat memberikan kemudahan bagi tenaga pendidik yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mengajar di sekolah.

“Kami di sini juga memiliki program S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Perkuliahannya bisa dilakukan secara online sehingga Bapak dan Ibu guru yang sibuk mengajar tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

Sam juga mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal dalam mengakses peluang pendidikan, pengembangan diri, hingga karier di tingkat internasional.

Ia menyebut Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang telah meraih akreditasi Unggul dan terus berupaya memperluas kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional.

Sebagai salah satu bentuk pengembangan tersebut, sebanyak 18 mahasiswa sebelumnya telah mengikuti program ke Taiwan. Sementara itu, 12 mahasiswa lainnya tengah dipersiapkan untuk mengikuti program serupa.

Menurut Sam, berbagai peluang tersebut menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu keterampilan yang dapat mendukung pengembangan kompetensi dan daya saing generasi muda.

Melalui English Competition 2026, UMS Rappang berharap semakin banyak pelajar yang termotivasi untuk mempelajari bahasa Inggris, meningkatkan keterampilan berkomunikasi, serta membangun kepercayaan diri sejak usia sekolah.

Penutupan kompetisi ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi panitia dan pihak program studi untuk menghadirkan kegiatan yang lebih berkualitas, inovatif, dan menjangkau lebih banyak sekolah pada penyelenggaraan tahun mendatang.