HeadlinePalopo

HUT Palopo ke-22, Pj Walikota Ungkap Keterbatasan Keuangan Daerah

×

HUT Palopo ke-22, Pj Walikota Ungkap Keterbatasan Keuangan Daerah

Sebarkan artikel ini
HUT Palopo ke-22, Pj Walikota Ungkap Keterbatasan Keuangan Daerah
Momentum Peringatan Hari Jadi Kota Palopo ke-22 memiliki makna tersendiri bagi Pemerintah dan Masyarakat Kota Palopo, khususnya bagi Penjabat (Pj) Walikota Palopo, Asrul Sani.(Chaeruddin)

SINDOSULSEL.COM, PALOPO – Momentum Peringatan Hari Jadi Kota Palopo ke-22 memiliki makna tersendiri bagi Pemerintah dan Masyarakat Kota Palopo, khususnya bagi Penjabat (Pj) Walikota Palopo, Asrul Sani, meski baru selama lebih dari 7 bulan ini.

Hari Jadi Kota Palopo yang telah ditetapkan untuk diperingati setiap tanggal 10 April sesuai Perda Kota Palopo Nomor 3  Tahun 2023 tentang Hari Jadi Kota Palopo, pada tahun ini untuk pertama kalinya dilaksanakan tidak pada hari tersebut. “Sebagaimana dipahami dan melalui pertimbangan bersama karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, maka ditunda pelaksanaannya hingga pada hari ini,” ujar Asrul Sani.

Dalam sambutan tersebut, ia memaparkan serangkaian kegiatan yang turut meramaikan marahnya HUT Palopo tahun ini. Ia juga memaparkan sejumlah capain pembangunan di pelbagai sektor, meski tidak lupa disebutkan sejumlah kendala pembangunan yang dialami Kota Palopo saat ini karena adanya utang belanja Pemerintah Kota Palopo Rp 200 miliar lebih.

Baca juga : BPK Soroti Utang Belanja Daerah di Sulsel

“Namun demikian ada pula hambatan dan tantangan yang dihadapi, seperti perkembangan kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah yang belum sejalan dengan peningkatan kapasitas keuangan daerah,” ujarnya.

“Momentum ini juga merupakan kesempatan baik untuk evaluasi bersama. Perlu langkah strategis yang didasari oleh tekad dan komitmen bersama, yakni mengupayakan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan keuangan daerah, penentuan skala prioritas dan alokasi anggaran, optimalisasi program berbasis potensi unggulan daerah, dan optimalisasi pengelolaan sumber pendapatan daerah termasuk PAD, serta akselerasi investasi non APBD termasuk sektor swasta sebagai penggerak roda ekonomi di Kota Palopo,” lanjutnya.

Dalam kondisi tersebut, Asrul Sani, tetap optimis akan kemajuan Palopo kedepan akan lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya.

“Saya berkeyakinan bahwa Insya Allah dengan tekad dan komitmen serta sinergi dan kolaboratif seluruh stakeholder pembangunan di daerah ini, Palopota’ yang telah lama, hingga kini bahkan kedepan menjadi semangat  dan harapan kedepan, yakni Palopo yang indah, damai, aman dan nyaman yang jauh lebih baik dapat kita wujudkan,” ujarnya.

Baca juga : Bahas LKPJ Wali Kota Palopo, DPRD Kembali Desak Mutasi Camat dan Lurah

Diketahui, serangkaian kegiatan secara sinergi dan kolaboratif telah dilaksanakan demi memeriahkan momentum peringatan ini, diantaranya Palopo Fruit Fiesta di Kampung Wisata Kambo yang diharapkan sebagai even wisata Kota Palopo, Ramadhan Fest, Festival Anak Sholeh, Kejurnas ONEPRIX Putaran 1 di arena sirkuit Ratona, lomba sepeda gunung Enduro Walikota Cup 2024, FGD tematik dan Survey Jenema atau branding Kota Palopo.

Juga dilaksanakan lomba olahraga tradisional antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rangkaian acara adat Mappacekke Wanua, Zikir dan Do’a bersama, Pasar Murah, Pasar Rakyat,  Pentas Seni dan musik serta penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Serangkaian acara yang juga mencerminkan dari  karakter Kota Palopo yang religius dan berbudaya, sebagaimana ungkapan bijak “Patuppi ri ade’e,  pasanre’ ri sara’e”.

“Kesemuanya ini, tidak lain  dimaksudkan agar kita semua, selaku unsur aparatur pemerintahan, segenap masyarakat dan para pemangku kepentingan akan senantiasa merasa memiliki, peduli, bertanggung jawab dan dengan semangat tinggi untuk memajukan Palopota’ agar lebih baik kedepan,” ujarnya.

Karena itu pula maka tema yang dipilih dalam peringatan HUT Palopo ke-22 ini, adalah “Palopo Berdaya Saing Global”. Tema ini mengandung makna bahwa Palopo mampu menyesuaikan terhadap tuntutan globalisasi, lebih jauh adalah peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dengan tanggap terhadap perubahan setiap aspek kehidupan di lingkungannya.

Optimisme dalam tema ini, karena besarnya potensi daerah ini dalam berbagai aspek, antara lain berupa letak geografi yang strategis, lahan subur dengan bentang alam yang terdiri dari laut, dataran pesisir dan pegunungan, curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun, area tutupan lahan berupa hutan lebih dari 50 persen dari luas wilaya.

Kemudian latar belakang penduduknya yang beragam, memiliki kekayaan sejarah dan budaya dengan artefak yang bernilai tinggi, masyarakatnya yang terbuka dan dinamis. Ini menunjang berkembangnya berbagai sektor perekonomian dan sosial kemasyarakatan Kota Palopo diindikasikan antara lain oleh kondisi makro ekonomi daerah dan  indeks pembangunan manusia (IPM).

Baca juga berita di Google News