Luwu Timur

Investigasi LBH Lira: Kebocoran Pipa Vale Akibat Retakan Force Majeure

×

Investigasi LBH Lira: Kebocoran Pipa Vale Akibat Retakan Force Majeure

Sebarkan artikel ini
Investigasi LBH Lira: Kebocoran Pipa Vale Akibat Retakan Force Majeure

SINDOSULSEL.COM, Luwu Timur – Ketua DPW LBH LSM Lira Sulawesi Selatan, Ryan Latief, turun langsung meninjau lokasi kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Rabu (27/8/2025).

Lima hari pascakejadian, Ryan melakukan investigasi lapangan untuk memastikan penyebab kebocoran dan dampak yang ditimbulkan.

Ia mengapresiasi langkah cepat PT Vale yang menurunkan tim tanggap darurat dengan sistem kerja tiga shift selama 24 jam penuh.

“Tim tanggap darurat PT Vale bekerja 3 shift 24 jam. Itu yang saya salut, luar biasa,” ujar Ryan.

Dari hasil investigasi, Ryan menduga kebocoran pipa disebabkan retakan akibat force majeure.

Ia menjelaskan, gempa Poso beberapa waktu lalu terasa hingga Kecamatan Nuha dan Towuti yang berada di jalur sesar Matano, sehingga menyebabkan pipa retak.

Baca Juga: Tangani Krisis, PT Vale Apresiasi Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanganan Kebocoran Pipa

“Akibatnya pipa retak dan mengeluarkan tumpahan minyak. Ini bukan limbah minyak pabrik atau HSFO, melainkan MFO (Marine Fuel Oil),” jelasnya.

Atas kejadian ini, Ryan menegaskan PT Vale tetap memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat terdampak.

Ganti rugi wajib diberikan setelah proses mitigasi dan investigasi bersama pemerintah selesai dilakukan.

“Secara sosial, PT Vale tetap bertanggung jawab penuh. Saat ini langkah awal yang dilakukan adalah penyelamatan agar dampak tidak meluas, dengan membuka posko tanggap darurat bekerja sama dengan Pemkab Luwu Timur,” tegasnya.

“Harapannya kerugian masyarakat dapat dipenuhi sesuai data dan fakta yang ada, agar ganti rugi tepat sasaran,” tandasnya

Ryan juga mengingatkan bahwa cepatnya penyebaran minyak MFO menjadi masalah serius.

“Salah satu penyebab dampak cepatnya menyebar adalah karena tumpahan langsung masuk ke aliran sungai, sehingga cepat mengalir hingga ke jaringan pertanian masyarakat,” tutupnya.

Ryan juga mengklarifikasi pernyataannya sebelumnya yang sempat menyebutkan pipa yang bocor adalah pipa HSFO.

Baca Juga: LBH LIRA Sulsel: PT Vale Wajib Bertanggung Jawab atas Pencemaran Akibat Pipa Bocor

Setelah melakukan pengecekan langsung di lapangan, ia menegaskan bahwa minyak yang keluar berasal dari pipa MFO.

Ryan turut memaparkan perbedaan antara MFO (Marine Fuel Oil) dan HSFO (High Sulfur Fuel Oil):

– Kandungan Sulfur: MFO umumnya lebih rendah, sedangkan HSFO lebih tinggi (di atas 3,5%).

– Sifat Fisik: MFO lebih encer sehingga mudah dipompa; HSFO lebih kental dan perlu dipanaskan sebelum dipakai.

– Penggunaan: Keduanya digunakan di kapal laut dan pembangkit listrik, tetapi HSFO lebih umum pada kapal tanpa teknologi pengurang emisi.

– Dampak Lingkungan: MFO relatif lebih ramah lingkungan dibanding HSFO yang berpotensi tinggi mencemari udara dan air.