Sinjai

Segera Berbadan Hukum, Lembaga Literasi Sinjai Siap Berkiprah Lebih Luas

×

Segera Berbadan Hukum, Lembaga Literasi Sinjai Siap Berkiprah Lebih Luas

Sebarkan artikel ini
Segera Berbadan Hukum, Lembaga Literasi Sinjai Siap Berkiprah Lebih Luas

SINDOSULSEL.COM, Sinjai – Sebuah lembaga literasi di Kabupaten Sinjai menyatakan kesiapannya untuk memperoleh legalitas hukum sebagai lembaga resmi.

Setelah melalui proses pembinaan dan penyusunan administratif yang matang, organisasi ini siap melangkah lebih jauh dalam upaya meningkatkan kecakapan literasi masyarakat.

Lembaga yang dinamai Sahabat Penggerak Literasi Indonesia ini hadir bukan karena ambisi besar, tetapi tumbuh dari kesadaran akan pentingnya literasi sebagai napas panjang perjuangan menjaga warisan berpikir.

Baca Juga : Car Free Day Kembali Hadir di Sinjai, Dukung Gaya Hidup Sehat

Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Kejaksaan Negeri Sinjai, Rutan Sinjai, serta sejumlah aktivis penggerak literasi. Dalam kesempatan tersebut, struktur kepengurusan serta AD/ART resmi ditetapkan sebagai dasar gerak lembaga.

Yani Mirsal, tokoh di balik gerakan “Rumah Dongeng Sinjai”, terpilih secara aklamasi sebagai ketua lembaga dalam rembuk yang digelar di Eighty One Café, Sinjai.

“Lembaga ini ke depannya harus menjadi lembaga profesional yang berpayung hukum, oleh karena itu legalitas sangat penting,” ujarnya.

“Nantinya, lembaga kita ini bisa bergerak untuk masyarakat Sinjai. Harapannya, masyarakat semakin melek literasi melalui program-program yang kita jalankan,” tambah Jhadi Wijaya, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Sinjai, pada Kamis (07/08/2025).

Sementara itu, Hasmiah, dosen UIAD Sinjai yang terlibat sejak awal pembentukan lembaga, menyatakan dukungannya atas penunjukan Yani Mirsal.

“Kak Yani ini sudah tersohor sebagai penggerak literasi di Sinjai, bahkan menjadi ruh dari gerakan ini. Ia tidak hanya memahami teori, tapi juga sudah menerapkannya dari kota hingga pelosok desa, bahkan sampai ke luar Sinjai,” ucapnya.

“Kak Yani memang memiliki keterbatasan, tapi justru menjadi pelita yang mengingatkan kami bahwa literasi bukan milik segelintir orang berijazah, melainkan milik siapa saja yang mau bertanya, menggali, dan berbagi informasi. Ia tidak memaksa orang untuk pandai, tapi membuat orang ingin terus belajar,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Yani Mirsal menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah sebagai ketua lembaga.

Tokoh yang dikenal lewat berbagai penghargaan tingkat regional dan nasional ini juga mengungkapkan keresahan yang kerap muncul di kalangan aktivis literasi terkait legalitas lembaga.

Baca Juga : Intel Kajari Sinjai Bentuk Penggerak Literasi

“Dalam beberapa pertemuan sudah terbaca ada banyak keresahan yang menjadi keinginan teman-teman untuk bersama-sama mencari solusi. Semoga lembaga ini menjadi wadah dan rumah bagi semua,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya legalitas untuk memperluas dampak kegiatan literasi yang selama ini sudah dijalankan, seperti kampanye membaca, donasi buku, kelas menulis, dan pembinaan taman bacaan masyarakat (TBM).

“Kami telah menjalankan berbagai program literasi secara mandiri. Kini saatnya kami melangkah ke tahap legalitas agar bisa menjalin kerja sama dengan instansi,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia berharap langkah legalisasi ini juga bisa memicu semangat komunitas literasi lain agar lebih profesional dan berkelanjutan dalam menyusun serta menjalankan program.