Sinjai

Taman Purbakala Batu Pake Gojeng: Wisata Budaya yang Diselimuti Aura Mistis

×

Taman Purbakala Batu Pake Gojeng: Wisata Budaya yang Diselimuti Aura Mistis

Sebarkan artikel ini
Taman Purbakala Batu Pake Gojeng: Wisata Budaya yang Diselimuti Aura Mistis

SINDOSULSEL.COM, Sinjai – Di atas perbukitan yang menghadap ke hamparan alam Sinjai, berdiri sebuah kompleks megalitikum yang dikenal dengan nama Taman Purbakala Batu Pake Gojeng.

Susunan batu yang rapi, sebagian menjulang bak menhir, sebagian lain tersusun mendatar menyerupai meja batu, diyakini masyarakat setempat sebagai peninggalan leluhur yang digunakan dalam ritual adat.

Nama “Pakek Gojeng” lahir dari cerita turun-temurun tentang fungsi sakral batu-batu tersebut. Bukan hanya menyimpan nilai sejarah, situs ini juga menyimpan aura mistis yang hingga kini masih dipercaya masyarakat.

Banyak pengunjung mengaku merasakan hawa dingin yang tiba-tiba menyelimuti saat melintas di antara batu-batu besar.

Konon, di malam-malam tertentu, sosok gaib muncul untuk menjaga kesakralan kawasan itu.

Bagi warga sekitar, kehadiran “penunggu” bukanlah untuk menakuti, melainkan dipercaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Inilah yang menjadikan Batu Pake Gojeng bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang kontemplasi, tempat masyarakat merasakan kedekatan dengan alam sekaligus jejak leluhur.

Lokasi yang tidak jauh dari pusat kota membuat taman purbakala ini selalu ramai. Anak-anak tampak bermain bola di sela-sela batu raksasa, sementara pasangan muda sibuk berswafoto mengabadikan momen.

“Kalau sudah weekend, rasanya kurang lengkap kalau tidak mampir ke sini. Anak-anak bisa bermain sambil belajar sejarah,” tutur Andi Rahma, warga Balangnipa Sinjai.

Bagi masyarakat, Batu Pake Gojeng juga menjadi ruang bertemu dan bercerita. Komunitas-komunitas kerap menjadikannya lokasi kegiatan, mulai dari senam, latihan fotografi, hingga pertunjukan seni.

Saat matahari tenggelam, semburat jingga yang terpancar di langit Pulau Sembilan menghadirkan lukisan alam yang indah dan menenangkan.

“Sederhana, tapi selalu menyejukkan hati,” ujar Aryadi, salah satu pengunjung.

Namun, daya tarik taman purbakala ini tidak berhenti di keindahan alam. Di balik rimbunnya pepohonan dan kokohnya batu raksasa berusia ribuan tahun, tersimpan kisah mistis yang terus hidup dalam keyakinan masyarakat.

Seorang warga bernama Andi mengaku sering mendengar suara langkah kaki pada malam hari.

“Kalau malam, sering terdengar suara seperti orang berjalan cepat, padahal tidak ada siapa-siapa,” ujarnya, Minggu (14/09/2025).

Keyakinan ini diperkuat dengan cerita bahwa siapa saja yang bersikap sembrono atau berbicara sembarangan di kompleks batu bisa mendapat “teguran” berupa sakit mendadak atau mimpi buruk.

Meski demikian, masyarakat tidak merasa takut, melainkan yakin penjaga gaib di kawasan itu melindungi kampung mereka dari bahaya.

Kepercayaan mistis ini kini menjadi daya tarik tambahan.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati sejarah dan panorama, tetapi juga ingin merasakan langsung aura mistis yang menyelimuti situs berusia ribuan tahun tersebut.