Sinjai

Wartawan Dicegat Wawancara Anggota Paskibraka, Kadishub: Ada Miskomunikasi

×

Wartawan Dicegat Wawancara Anggota Paskibraka, Kadishub: Ada Miskomunikasi

Sebarkan artikel ini
Wartawan Dicegat Wawancara Anggota Paskibraka, Kadishub: Ada Miskomunikasi

SINDOSULSEL.COM, Sinjai – Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Alun-alun Sinjai Bersatu, Kabupaten Sinjai, Minggu (17/08/2025), sempat tercoreng oleh insiden antara seorang petugas Dinas Perhubungan dan wartawan.

Seorang petugas Dishub berinisial AD diduga menghadang jurnalis yang hendak melakukan wawancara dengan Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) usai mereka sukses mengibarkan bendera merah putih.

Insiden tersebut dialami langsung oleh Jurnalis iNews Celebes yang saat itu bersama sejumlah awak media lainnya.

“Kronologi nya begini kak, awalnya saya bersama teman dari Upeks mau wawancara anggota paskibraka yang sukses naikkan bendera dan situasinya sudah selesai naikkan bendera dan sudah berada disamping lapangan,” ujar Azhari, Jurnalis iNews Celebes kepada redaksi.

Menurut Azhari, petugas Dishub tersebut bahkan meneriaki wartawan dengan nada kasar.

“Pas saya depan panitia perkenalkan diri dan mau wawancara eh tiba tiba ini anggota Dishub teriak ‘Sebentar pi,’” tutur Azhari.

“Langsung pergi saat saya bilang, saya ini dari media pak dan apa kapasitas sebagai pegawai Dishub dan hubungannya apa dengan Paskibraka,” sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan Awal dari wartawan upeks.co.id yang melihat langsung peristiwa itu.

“Saya tadi sama rekan media dari Celebes.iNews.id (iNews Celebes) mau wawancara keberhasilan Paskibraka yang pengibar bendera merah putih,” ucap Awal di Lapangan Alun-alun Sinjai Bersatu.

Awal menegaskan bahwa insiden itu terjadi setelah seluruh rangkaian pengibaran bendera selesai.

“Itu situasi sudah selesai pengibaran bendera dan anggota paskibraka sudah di samping lapangan, tiba-tiba oknum anggota Dishub ini teriak sebentar pi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai, Akbar, menilai kejadian itu dipicu oleh komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

“Kejadian kemarin itu ada ‘miskomunikasi’. Sebenarnya tidak ada pencegahan, namun saja wawancara (Paskibraka) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka sudah memiliki timing (waktu) yang sudah ditentukan, dan kebetulan anggota saya ditunjuk sebagai panitia untuk keamanan Paskibraka. Marilah kita jernih memahami, terlebih kalau kita dititipkan amanat, tentu kita bekerja sesuai prosedur,” ujar Akbar, Senin (18/08/2025).

“Beredarnya isu tersebut, saya ingin menghaturkan permohonan maaf kepada rekan-rekan media,” tambahnya.