PendidikanSidrap

HIMABISDIG UMS Rappang Edukasi Ratusan Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan di Kampus

×

HIMABISDIG UMS Rappang Edukasi Ratusan Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan di Kampus

Sebarkan artikel ini
HIMABISDIG UMS Rappang Edukasi Ratusan Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan di Kampus

PENDIDIKAN, sindosulsel.com – Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HIMABISDIG) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar kegiatan Ruang Discuss dan Follow Up untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Jumat (09/10/2026), tersebut diikuti ratusan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital.

Mengusung tema “Berpikir Kritis, Bertindak Solutif: KBI dan Peran Satgas Kampus”, kegiatan ini diselenggarakan Bidang Advokasi bekerja sama dengan Bidang Kader HIMABISDIG UMS Rappang.

Panitia menghadirkan Saifullah, anggota Satuan Tugas (Satgas) Kampus sekaligus Kepala Lembaga Pengembangan Pengkajian Islam (LPPI) UMS Rappang, sebagai pemateri.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai fungsi Satgas Kampus, berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan akademik, hingga mekanisme pelaporan apabila mengalami atau mengetahui tindakan kekerasan.

Ketua Bidang Kader HIMABISDIG UMS Rappang, Abdul Rauf, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan kekerasan di kampus.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui keberadaan dan fungsi Satgas Kampus agar dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan kekerasan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bagaimana peran Satgas yang ada di kampus dan bagaimana langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kasus kekerasan. Kami juga ingin mendorong korban agar berani melapor kepada Satgas,” ujar Abdul Rauf.

Baca Juga : Bentuk Karakter Mahasiswa, UMS Rappang Mulai Kokurikuler Tapak Suci

Ia menjelaskan, materi yang disampaikan tidak hanya membahas peran Satgas Kampus, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan, baik verbal maupun nonverbal.

Abdul Rauf berharap edukasi tersebut dapat membantu mahasiswa mengenali tindakan kekerasan sekaligus memahami saluran pelaporan dan pendampingan yang tersedia di lingkungan kampus.

Dengan demikian, mahasiswa yang mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan diharapkan tidak ragu mencari bantuan melalui mekanisme yang telah disediakan.

Sementara itu, Saifullah mengapresiasi langkah HIMABISDIG UMS Rappang yang telah menginisiasi kegiatan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan.

Baca  Raffi Ahmad Minta Maaf Usai Deklarasi Sumpah Pemuda Tuai Polemik

Menurutnya, kegiatan sosialisasi seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa.

“Atas nama Satgas, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh adik-adik dari Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan disosialisasikan untuk mencegah segala bentuk kekerasan terjadi di kampus kita,” kata Saifullah.

Ia menilai pemahaman mengenai pencegahan kekerasan perlu terus diperkuat agar mahasiswa mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika mengalami maupun menyaksikan peristiwa kekerasan.

Baca Juga : BEM FISIP UMS Rappang Mulai Periode Baru, 14 Pengurus Dilantik

Selain itu, keberadaan Satgas Kampus diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh bantuan dan pendampingan dalam menghadapi persoalan tersebut.

Saifullah menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan bukan hanya berkaitan dengan keamanan mahasiswa, tetapi juga berhubungan dengan keberlangsungan proses pendidikan.

“Harapan kami, melalui kegiatan sosialisasi ini, kita mampu mencegah dan menangani kekerasan ketika terjadi. Target kami dari Satgas adalah seluruh mahasiswa UMS Rappang dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan tidak ada yang gagal wisuda atau gagal menyelesaikan studi hanya karena persoalan kekerasan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pemahaman mengenai pencegahan kekerasan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa di berbagai program studi.

Melalui kegiatan Ruang Discuss dan Follow Up, HIMABISDIG UMS Rappang berupaya mendorong terbentuknya budaya akademik yang lebih peduli terhadap keamanan dan perlindungan mahasiswa.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara organisasi mahasiswa dan Satgas Kampus, khususnya dalam upaya pencegahan serta penanganan kasus kekerasan.

Selain membangun keberanian untuk melapor, mahasiswa didorong agar lebih kritis dalam mengenali berbagai bentuk kekerasan dan mengambil langkah yang tepat ketika menemukan persoalan di lingkungan akademik.

HIMABISDIG UMS Rappang berharap edukasi tersebut menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.