Sidrap

Bupati Syaharuddin Benahi Jalan Lorong Sepanjang 5 Kilometer di Amparita

×

Bupati Syaharuddin Benahi Jalan Lorong Sepanjang 5 Kilometer di Amparita

Sebarkan artikel ini
Bupati Syaharuddin Benahi Jalan Lorong Sepanjang 5 Kilometer di Amparita

SIDRAP, sindosulsel.com – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus merealisasikan Program Jalan Mulus secara bertahap. Tak hanya jalan utama, akses lorong permukiman warga juga menjadi perhatian untuk memperlancar mobilitas masyarakat.

Hal itu terlihat saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, meninjau langsung pengerjaan jalan rabat beton di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu (31/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Syaharuddin menyusuri sejumlah lorong yang tengah dikerjakan. Sebagian besar pekerjaan bahkan telah mendekati tahap penyelesaian.

Ia melihat langsung kondisi jalan sekaligus berbincang dan bersalaman dengan warga setempat.

Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Biciptapera Abdul Rasyid, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Bapperida Herwin, serta Camat Tellu Limpoe Ridwan Bachtiar.

Pengerjaan rabat beton di kawasan Amparita tersebut mencapai sekitar 5 kilometer. Pemerintah daerah menargetkan seluruh lorong yang menjadi akses warga dapat dibeton secara bertahap.

Dengan perbaikan tersebut, aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja maupun kegiatan sehari-hari, diharapkan semakin lancar.

“Jalan mulus kita kerjakan satu per satu, secara bertahap. Bukan hanya jalan besar, lorong-lorong juga kita perhatikan,” kata Syaharuddin.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses yang lebih baik hingga ke lingkungan permukiman masyarakat.

Syaharuddin juga mengingatkan masyarakat agar jalan yang telah dibangun dapat dirawat bersama. Ia meminta warga menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase di sepanjang jalan.

“Jalan yang sudah dikerjakan ini kita rawat bersama. Selokannya dibersihkan supaya lingkungan terlihat rapi dan enak dipandang,” ujarnya.

Syaharuddin berharap kawasan Amparita dapat menjadi salah satu contoh penataan lingkungan yang menarik.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai budaya karena terdapat banyak rumah tokoh adat dan rumah-rumah kayu yang menjadi bagian dari karakter permukiman masyarakat.

Baca  Bupati Sidrap Tinjau Pembangunan Jalan Toddang Bojo, Progres Capai 40 Persen

“Kalau jalan dan lingkungannya bersih, tertata, dan seragam, tentu akan semakin bagus dilihat. Apalagi di sini banyak rumah tokoh adat dan rumah kayu yang memiliki nilai tersendiri,” katanya.

Pembangunan jalan tersebut mendapat apresiasi dari warga. Salah seorang warga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap perbaikan akses permukiman.

Menurut warga tersebut, jalan yang kini dikerjakan telah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan.

Usai meninjau pengerjaan jalan rabat beton, Syaharuddin melanjutkan kunjungannya dengan melihat pembangunan saluran sekunder irigasi Saddang yang berada di wilayah Kabupaten Sidrap.

Saluran tersebut membentang dari kawasan Polsek Amparita hingga Wette Lajongan. Sebelumnya, pekerjaan juga telah dilakukan pada ruas Amparita hingga Allakuang.

Syaharuddin melihat langsung perubahan kondisi saluran yang sebelumnya masih berupa tanah dan kini telah dibangun menggunakan konstruksi beton.

Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pertanian Sidrap, khususnya untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pembangunan tersebut mendapat dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.

“Ini tentu sangat membantu kita dalam mendukung swasembada pangan. Kalau irigasi semakin baik, pertanian kita semakin kuat, dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi akan terus didorong secara berkelanjutan.

Jalan yang semakin mudah dilalui dan jaringan irigasi yang lebih baik diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat serta produktivitas pertanian.

Melalui pembangunan bertahap, mulai dari lorong permukiman hingga jaringan irigasi, pemerintah daerah berupaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat, baik di lingkungan permukiman maupun sentra produksi pertanian.