SIDRAP, sindosulsel.com – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, membagikan telur sekaligus mengajak para santri makan bersama seusai memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Bojoe, Kecamatan Watang Pulu, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap dalam meningkatkan kesadaran pentingnya pemenuhan gizi bagi generasi muda, khususnya anak-anak yang menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren.
Nurkanaah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sidrap menekankan pentingnya membiasakan konsumsi makanan bergizi sejak dini untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Menurutnya, kegiatan makan telur bersama tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Hari Santri, tetapi juga bertujuan mengajak para santri dan pengelola pesantren untuk lebih memperhatikan kebutuhan gizi.
“Pembagian dan makan telur bersama anak-anak kita ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung tumbuh kembang anak agar tetap sehat. Apalagi, sejalan dengan penandatanganan kerja sama terkait pesantren sehat yang kita lakukan tadi, kita berharap lingkungan pesantren semakin memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan para santri,” ujar Nurkanaah.
Ia menjelaskan, upaya mewujudkan pesantren sehat membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, pengelola pondok pesantren, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan dan pembinaan santri.
Baca Juga : Hari Santri 2026, Sidrap Perkuat Pesantren Sehat dan Ramah Anak
Lingkungan pendidikan yang sehat, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik dari aspek kesehatan fisik maupun perkembangan karakter.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi perlu berjalan beriringan dengan penyediaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan para santri.
Selain menyoroti persoalan gizi dan kesehatan, Nurkanaah juga mengingatkan pentingnya mencegah tindakan perundungan atau bullying di lingkungan pondok pesantren maupun sekolah berasrama.
Ia meminta para santri untuk saling menghargai, menjaga persahabatan, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama teman, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari orang tua.
Baca Juga : Wabup Nurkanaah Salurkan Bantuan Gizi dan Buka Akses Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah di Arawa
Menurutnya, pesantren dan sekolah berasrama harus menjadi lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik, baik saat mengikuti kegiatan belajar maupun menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap tidak ada kasus perundungan (bullying) di lingkungan pesantren maupun sekolah berasrama. Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anak untuk belajar, beribadah, serta mengembangkan potensi diri,” tegasnya.
Nurkanaah berharap para pengelola pesantren dan sekolah berasrama memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik sekaligus kondisi sosial dan emosional para santri.
Ia juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang saling mendukung agar setiap anak dapat belajar dan mengembangkan potensinya tanpa mengalami tindakan kekerasan maupun perundungan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sidrap turut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang santri.
Melalui program pesantren sehat serta peningkatan perhatian terhadap pemenuhan gizi dan pencegahan perundungan, Pemkab Sidrap berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan diri secara optimal.












